Hj. Yeti Wulandari Sebut, Legislatif Harus Menjadi Pengawal Etika dan Transparansi Kebijakan Publik

- Reporter

Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yeti Wulandari, S.H., menegaskan pentingnya reposisi peran legislatif sebagai pengawal transparansi dan efektivitas kebijakan publik daerah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Tugas dan Wewenang Komisi B DPRD Kota Depok Tahun Sidang 2025, yang digelar di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Selasa 14/10/2025.

Menurutnya, Komisi B DPRD memiliki mandat strategis dalam memastikan akuntabilitas ekonomi daerah melalui fungsi pengawasan dan legislasi.

“Komisi B tidak hanya bekerja pada tataran administratif, tetapi bertanggung jawab memastikan bahwa kebijakan ekonomi daerah benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat”, ujarnya, Selasa 14/10/2025. Pernyataan ini menegaskan arah kerja legislatif yang berbasis hasil (‘Outcome Oriented Governance).

Pimpinan DPRD Kota Depok empat periode ini menjelaskan, bahwa tahun 2025 menjadi fase penting bagi Pemkot Depok dalam menata ulang kebijakan fiskal dan tata kelola aset publik.

Dalam pandangannya, peran legislatif harus berorientasi pada ‘Governance Ethics’ yakni : memastikan setiap keputusan politik memiliki justifikasi moral dan sosial.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah adalah mandat rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan secara etis dan transparan”, terangnya.

Lebih lanjut, anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ini menyoroti, pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Ia menilai arah kebijakan daerah harus sejalan dengan visi nasional dalam kerangka Astacita Prabowo–Gibran, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi rakyat dan ketahanan pangan daerah.

“Kemandirian ekonomi bukan slogan politik, tetapi kerja sistemik yang membutuhkan keberpihakan nyata”, bebernya.

Dalam sesi diskusi, Politisi Gerindra jebolan Fakultas Hukum Universitas Pancasila ini pun mengemukakan gagasan pengembangan aset publik sebagai ruang produktif masyarakat.

Ia mencontohkan potensi Situ-Situ di Depok yang dapat difungsikan sebagai destinasi wisata kuliner berbasis UMKM. Menurutnya, pengelolaan aset publik harus berbasis ‘Value Creation’, bukan sekadar pemanfaatan administratif.

“Aset publik yang dikelola dengan baik akan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan”, jelasnya.

Srikandi Gerindra Kota Depok ini juga menekankan, bahwa sosialisasi legislatif harus dimaknai sebagai instrumen literasi politik warga. Ia menilai, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap fungsi DPRD merupakan prasyarat bagi demokrasi deliberatif di tingkat lokal.

“Kedaulatan rakyat baru bermakna ketika masyarakat memahami dan ikut mengawal bagaimana kebijakan dijalankan”, tuturnya.

Dari perspektif kebijakan publik, pernyataan Hj. Yeti Wulandari merefleksikan pendekatan ‘Participatory Governance’ dimana DPRD tidak hanya menjadi regulator, tetapi juga fasilitator dialog sosial. Dengan demikian, keberhasilan legislatif diukur bukan dari jumlah regulasi yang disahkan, melainkan dari kualitas kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Melalui sosialisasi di Cimanggis ini, Hj. Yeti Wulandari menegaskan reposisi DPRD sebagai institusi representatif, yang progresif dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Fungsi legislatif harus menjadi jembatan antara rasionalitas kebijakan dan realitas sosial. Ketika dua hal itu selaras, maka politik benar-benar menjadi sarana kesejahteraan rakyat”, tandasnya.(Arifin)

Berita Terkait

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan
Primago Consulting: Konsultan Manajemen Sekolah Islam di Indonesia
23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”
SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027
Liburan Berkesan, Akhlak Terbentuk, Waktu Produktif dan Bermanfaat dengan Quranic Camp Bimbel Primago 2026
Kajian Subuh Pagi (KSP) “Vibe Positif, Prestasi Melejit: Rahasia 24 Jam Membangun Karakter Pemimpin di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:28 WIB

Primago Consulting: Konsultan Manajemen Sekolah Islam di Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:22 WIB

23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:17 WIB

Liburan Berkesan, Akhlak Terbentuk, Waktu Produktif dan Bermanfaat dengan Quranic Camp Bimbel Primago 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:31 WIB

Kajian Subuh Pagi (KSP) “Vibe Positif, Prestasi Melejit: Rahasia 24 Jam Membangun Karakter Pemimpin di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:15 WIB

Big Field Trip MI Mumtaza Islamic School 2026

Berita Terbaru