Allah Meninggikan Langit dan Meletakkan Neraca

- Reporter

Kamis, 30 Mei 2024 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Allah mendeklamasikan, “Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca.” (QS. al-Rahman/55: 7). Maksudnya posisi dan tempat langit itu tinggi. Allah telah menciptakan langit di atas bumi.

Yang dimaksud dengan neraca dalam ayat ini, seperti diungkap al-Thabari, adalah keadilan. Keadilan adalah standar yang diakui mengenai tatanan kehidupan. Secara leksikal, keadilan artinya sama atau setara.

Seperti al-Thabari, Ibnu Katsir menyebut neraca dalam ayat di atas adalah keadilan. Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” (QS. al-Hadid/57: 25).

Langit, bagi al-Zuhaili, disebut sebagai alam atas. Sementara bumi adalah alam bawah. Allah juga menetapkan keadilan. Tegaknya langit dan bumi karena keadilan tersebut. Keadilan yang dimaksud adalah keseimbangan kosmik.

Namun, tulis al-Maraghi, alam atas lebih tinggi martabatnya. Alasannya, dari alam ataslah berasal hukum-hukum, perintah, dan larangan Allah yang diberlakukan kepada manusia dan semesta. Di alam atas juga bersemayam malaikat yang tidak pernah lalai dan selalu menjalankan perintah Allah.

Di alam bawah atau bumi keadilan adalah kejujuran dalam menimbang dengan menggunakan alat timbangan dalam proses transaksi. Di alam bawah, keadilan juga menyangkut keadilan sosial, ekonomi, dan hukum.

Secara tegas, Abdullah Yusuf Ali menulis bahwa ayat ini menggugah manusia agar berlaku adil di antara sesama dan memegang teguh keseimbangan. Manusia tidak boleh melampaui batas, sebaliknya harus bersikap moderat atau mengambil jalan tengah.

Secara filosofis, keadilan atau keseimbangan adalah ciri alam sebagai makro kosmos (dunia besar). Oleh karena itu manusia sebagai mikro kosmos (dunia kecil) harus menjaga keseimbangan tersebut.

Secara psikologis, menurut Sayyid Quthb, ayat ini merupakan isyarat untuk mengingatkan hati yang lalai agar mengagungkan Allah sang pencipta keseimbangan. Keseimbangan selain berdimensi etik juga berdiemensi estetik. Mudahnya, keseimbangan itu indah.

Ayat ini, lanjut Sayyid Quthb, juga mengajak manusia untuk menoleh ke langit di mana di angkasa yang tak ada batasnya seluruh benda langit bertasbih. Planet bumi yang terasa besar ternyata ribuan kali.lebih kecil dari planet lain. Padahal diameter bumi sepanjang 2.000.300 kilometer.

Pesan singkat ayat ini adalah agar manusia sebagai khalifah di alam bawah agar menjaga keseimbangan seperti halnya Allah menetapkan keseimbangan di alam atas.

Berita Terkait

Momentum Lebaran Depok, H. Edi Masturo Ajak 4 Pilar Demokrasi Layani Masyarakat Menuju Perubahan Depok Maju
Arrahman Islamic School Gelar Kegaitan Employee Appreciation Day (EAD) 2026 ke Yogyakarta
PKBM Primago Indonesia Gelar Kunjungan ke PKBM Generasi Juara: Penguatan Mutu, Sistem, dan Outcome Pendidikan
KDM Jadi Saksi Nikah Pasangan Disabilitas Puja dan Sayyid
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kampus Visit dan Studi Tour 2026 ke Bandung Jawa Barat
RA Mumtaza Islamic School Gelar Big Fieldrtip Taman Safari Indonesia Tahun 2026
Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:40 WIB

Momentum Lebaran Depok, H. Edi Masturo Ajak 4 Pilar Demokrasi Layani Masyarakat Menuju Perubahan Depok Maju

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:31 WIB

Arrahman Islamic School Gelar Kegaitan Employee Appreciation Day (EAD) 2026 ke Yogyakarta

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:55 WIB

PKBM Primago Indonesia Gelar Kunjungan ke PKBM Generasi Juara: Penguatan Mutu, Sistem, dan Outcome Pendidikan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:25 WIB

KDM Jadi Saksi Nikah Pasangan Disabilitas Puja dan Sayyid

Senin, 4 Mei 2026 - 11:06 WIB

SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kampus Visit dan Studi Tour 2026 ke Bandung Jawa Barat

Rabu, 29 April 2026 - 15:15 WIB

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 April 2026 - 15:12 WIB

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 April 2026 - 09:45 WIB

Kecamatan Pancoran Mas bersama FKUB dan Kemenag Kota Depok Gelar Harmonisasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat 

Berita Terbaru

Berita

KDM Jadi Saksi Nikah Pasangan Disabilitas Puja dan Sayyid

Senin, 4 Mei 2026 - 11:25 WIB