Pembelajaran Setelah Pandemi Menuju Merdeka Belajar

- Reporter

Selasa, 2 Mei 2023 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Yanisa Qorry ‘Aina

(Guru Bahasa Indonesia SMK Putra Bangsa Depok)

Pandemi dan Era Kenormalan Baru
Pada 2 Maret 2020, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dua kasus pertama Covid-19. Saat itulah Indonesia memasuki masa pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19). Selama masa pandemi berbagai kebijakan dilakukan oleh pemerintah, termasuk pada sektor pendidikan. Hingga akhirnya pada tanggal 21 Juni 2023, Presiden RI Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia.

Babak baru dimulai, semua merasakan perubahan setelah masa pandemi yang melanda belahan dunia. Pada sektor pendidikan misalnya, yang tadinya tidak terbiasa dengan berbagai sarana digital menjadi terbiasa. Guru dan Siswa tidak hanya dapat belajar di kelas, namun juga terbiasa dalam dunia daring (dalam jaringan). Pembelajaran tatap muka tidak hanya dimaknai dalam kelas-kelas, tetapi juga dalam pembelajaran jarak jauh. Setelah penetapan berakhirnya masa pandemi Covid-19 oleh pemerintah, saat itu pula orang-orang memulai era kenormalan baru.

Merdeka Belajar Setelah Pandemi
Setelah masa pandemi berakhir, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim melakukan percepatan program merdeka belajar. Merdeka belajar adalah upaya mewujudkan kemerdekaan dalam belajar, yang artinya siswa memiliki kebebasan untuk berpikir dan berekspresi. Hal ini sejalan dengan semangat Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara yaitu memerdekakan manusia khususnya dalam hal pendidikan.

Merdeka belajar merupakan konsep pengembangan pendidikan yang diharapkan seluruh pemangku kepentingan menjadi agen perubahan (agent of change). Para pemangku kepentingan tersebut meliputi keluarga, guru, institusi pendidikan, dunia industri, dan masyarakat. Adapun indikator keberhasilan Merdeka Belajar, yaitu; partisipasi siswa-siswi dalam pendidikan Indonesia yang merata, pembelajaran yang efektif, dan tidak adanya ketertinggalan anak didik. Kebijakan Merdeka Belajar merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 juga mendorong percepatan pada lingkungan pendidikan sehingga berbasis teknologi. Lingkungan pendidikan yang difasilitasi teknologi dapat menjadi tempat bertumbuhnya keleluasaan berpikir dan keberaniaan berinovasi. Selain itu, kerjasama berbagai pihak pada era kemajuan teknologi juga dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran dalam berbagai pembelajaran, saling membantu dalam memperbaiki kemampuan dan sumber daya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga telah bekerja keras mempersiapkan guru dalam menghadapi sistem mengajar dengan menggunakan teknologi tersebut.

Merdeka belajar telah mendorong inovasi di lembaga pendidikan, serta meningkatkan kompetensi guru. Guru yang merdeka dalam mengajar adalah yang dapat menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian tujuan merdeka belajar dalam menciptakan suasana belajar yang bahagia dapat tercapai. Dengan demikian sistem pengajaran di Indonesia akan menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.

Berita Terkait

PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026
Rasakan Banyak Manfaat, Warga Sukatani Tapos Ingin Wisata Keberagaman terus Berlanjut
Calon Ketua Umum HIPPI Kota Depok Beserta Calon Pengurus Memperkuat Konsolidasi Bersama Ketua DPD HIPPI Jawa Barat Sebelum Pelantikan
Tak Berizin, 43 Bangli di Jalan Raya Bogor Cimanggis Ratakan Tanah oleh Satpol PP Depok
SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Aksi Plogging Mahasiswa UI dan RRD di CFD Margonda, Olahraga Sambil Rawat Lingkungan
PRIMAGEN Buka Stand di Festival Batu Akik KOOD Berbudaya, Hadirkan Edukasi Pemetaan Potensi Anak
Hujan Abu Diduga Erupsi Gunung Marapi Turun Saat Festival Musik di Bukittinggi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Sabet Tiga Penghargaan Jabar, Supian Suri: Terima Kasih Nakes & Kader Posyandu Depok!

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Lestarikan Budaya dan Kolaborasi, Wakil Wali Kota Depok Buka Harmoni Angklung 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Lestarikan Musik Tradisional, PWI Depok dan Sanggar Seni Gelar Harmoni Angklung 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Ikut UI Half Marathon, Kapolres Depok Kampanyekan Hidup Sehat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Cimanggis Night Festival Kembali Hadir: Warga Terhibur, UMKM Bergeliat!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Dorong Ekonomi Umat dan Wisata Halal, Serambi Kuliner At-Thohir Resmi Diluncurkan di Depok

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Tim RW 04 Juarai Volley Ball Putri Ratujaya Cup 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Dapur Makin Ngebul! 156 Ribu Rumah di Depok Bakal Pakai Gas Bumi

Berita Terbaru

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Christian Rony Putra turut berlari bersama peserta UI Half Marathon, Minggu (11/10/26) yang berlangsung di Universitas Indonesia. (Foto: Humas Polres Depok)

Berita Depok

Ikut UI Half Marathon, Kapolres Depok Kampanyekan Hidup Sehat

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:01 WIB