Membangun Pribadi Unggul dengan Berpuasa

- Reporter

Kamis, 21 Maret 2024 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIARANDEPOK.COM – Pribadi unggul (personal excellence) dapat diraih dengan berpuasa. Seorang muslim dapat bertransformasi menjadi mukmin. Dengan berpuasa seorang mukmin berpeluang jadi muttaqin.

Baik muslim, mukmin, dan muttaqin adalah entitas pribadi unggul (personal excellence) dari tingkat umum, khusus, hingga super khusus. Pertanyaannya, puasa seperti apa yang dapat membangun pribadi unggul?

Di dalam al-Qur’an, Allah memuji seorang muslim yang berpuasa dengan julukan pribadi mukmin. Allah meyakinkan bahwa berpuasa juga dapat menaikkan seorang mukmin jadi muttaqin.

Dalam magnum-opusnya, yakni kitab Ihya Ulumuddin, Imam al-Ghazali memberi informasi bahwa puasa itu seperempat iman. Bagaimana perhitungan matematiknya?

Imam al-Ghazali menjawab dengan mengutip dua hadits Nabi. Pertama, “Puasa itu separuh sabar”. Kedua, “Sabar itu separuh iman”. Jadi antara puasa dan iman ada sabar.

Dengan kata lain, puasa yang dapat meningkatkan pribadi unggul adalah yang dilaksanakan dengan sabar. Menariknya, secara leksikal, puasa itu bermakna sabar. Puasa dan sabar sama-sama berarti menahan.

Di dalam al-Qur’an, Allah memuji pribadi yang sabar ini. “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas” (QS. al-Zumar/39: 10).

Kaitan puasa dan sabar terkonfirmasi dalam hadits qudsi, yakni sama-sama beroleh pahala tanpa batas dari Allah, “Sungguh puasa itu untuk-Ku. Aku yang akan memberi pahalanya (tanpa batas)” (HR. Bukhari).

Tak pelak, informasi otentik dan otoritatif ini memperteguh bahwa puasa dan sabar dapat menempatkan pribadi muslim jadi mukmin, dua entitas pribadi unggul.

Pada tangga berikutnya, Allah juga meyakinkan kita bahwa puasa akan mengarahkan pribadi mukmin jadi muttaqin. Muttaqin adalah pribadi unggul yang memuncaki muslim dan mukmin.

Minimal ada empat ciri khas pribadi muttaqin, yakni tawakal, qanaah, wara, dan yakin. Pengejawantahan keempat ciri khas ini sangat dinanti di negeri ini. Inilah personal excellence (pribadi unggul), tingkatannya dan alternatif cara meraihnya.*

Oleh: Syamsul Yakin
Wakil Ketua Umum MUI Kota Depok

Berita Terkait

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
SPMB 2026–2027 RESMI DIBUKA! Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago (Akreditasi B)
Bahasa Ibu: Tersisih di Rumah Sendiri
BBM dan Bahasa Kekuasaan: Ketika Pernyataan Menteri Menguji Psikologi Publik
Logat Jawa: Kesalahan Berbahasa atau Identitas Linguistik?
Stres di Tengah Santai: Saat Bahasa Feed dan Notifications Memaksa Otak Kita Multitasking
EYD di Tengah Tren Mengetik Gaul: Menemukan Kembali Standar Berbahasa
MENGAPA PIKIRAN DAN UCAPAN TIDAK SEJALAN? PERSPEKTIF PSIKOLIGUISTIK

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:53 WIB

Disporyata Resmi Membuka Rangkaian Audisi Abang Mpok Depok 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:20 WIB

Rayakan Sejarah 3 Abad, Pemkot Gelar Festival Depok Heritage 2026 Akhir Pekan Ini

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:16 WIB

Gebrakan Kesadaran Lingkungan, Opsih di Tapos Hidupkan Kembali Budaya Kerja Bakti

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:43 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 3 Jakarta Selatan Gelar Outing Activities Kelas IX Ke Yogyakarta Tahun 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:15 WIB

PLN Lakukan Pemeliharaan Bay Menes di GI Chandra Asri untuk Jaga Keandalan Pasokan Listrik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:40 WIB

18 Lembaga Pendidikan Hadiri Kegiatan Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” Di FORBIS National Econimic Summit & Expo 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dirgantara Digital Studio (DDS) Depok Dokumentasi Wisuda Pelepasan Siswa TK B ALFABETA – Bukit Dago

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:07 WIB

Korban Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah Bertambah Jadi Tiga Orang

Berita Terbaru