Hotel-Restoran di Depok Cabut Hak Pegawai dan Hanya Terima Gaji 30 Persen

- Reporter

Jumat, 23 Juli 2021 - 15:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com– Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat benar-benar sangat menyisakan kepedihan bagi pegawai hotel dan restoran di Kota Depok. Ribuan pegawai hotel dan restoran yang telah dirumahkan, terpaksa tidak menerima jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, bahkan banyak yang menerima gaji 25 hingga 30 persen.

“Banyak sekali, biasanya mereka pertama menerapkan Unpaid leave alias cuti tidak bayar sampai dengan 50 persen gaji mereka di potong, semua tunjangan dihilangkan, banyak yang hanya menerima gaji 25 sampai 50 persen,” beber Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Depok, Fajar Prawinto Bagiakusuma, Kamis (22/7).

Namun, Fajar memastikan tidak ada pemecatan, melainkan hanya merumahkan pegawai secara bergantian. Sebab hal ini untuk memangkas PTEB. Di Kota Depok sendiri seluruh hotel telah merumahkan pegawainya sebanyak 50 persen. Bahkan, gaji pegawai hotel dibayar hanya 25 hingga 50 persen bukan menjadi rahasia publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seluruh Daerah lakukan ini. PHRI Garut saja sudah kibarkan bendera putih. Kota Depok sedang dipikirkan akan lakukan hal serupa atau tidak,” tegasnya.

Menurut dirinya, tidak ada siasat yang tepat dari terdampak pandemi, selain merumahkan pegawai hotel dan restoran sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengusaha. Sebab sampai saat ini, upaya demi melakukan relaksasi sejumlah sektor, seperti pajak, penundaan pembayaran listrik, hingga relaksasi reklame. “Memang di Depok tidak banyak hotel, tapi banyak restoran. Mungkin di Depok ada ribuan yang di rumahkan,” tegas Fajar.

Salah satu pegawai restoran di Margonda, Nurul M mengaku, PPKM Darurat memang sangat menyedihkan bagi dia dan kawan-kawannya. Memang pandemi khawatir bisa menularkan ke siapa saja, tapi tidak ada yang menjamin gajinya bisa menerima full. “Saya lebih baik kena virus ketimbang mati kelaparan. Anak dan keluarga saya mau makan apa kalau semuanya ditutup,” singkatnya.

<

Berita Terkait

Calon Walikota Depok Supian Suri Sedang Trending, Difollow Bareng-Bareng
Ini dia rekor sejarah sepakbola dunia yang ditorehkan lamine yamal, Salah satunya pemain Termuda Dunia 
Gilanya Fans Sepakbola Copa Amerika, Apakah seperti Fans Sepakbola Indonesia? 
DPRD Gelar Rapat Paripurna Tuk Setujui Raperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023
Seminar Online Primago 2024“Bagaimana Peran Orang Tua  Dalam Memondokkan Anaknya Di Pesantren
Bangun Potensi dan Karakter Santri, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago adakan Pembukaan Kegiatan Ekstrakurikuler
1 Windu Berkiprah, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago adakan Syukuran dan Seminar Online
Peringati World Population Day, Fazar Ingatkan Peluang Sekaligus Tantangan Kependudukan Di Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:02

Calon Walikota Depok Supian Suri Sedang Trending, Difollow Bareng-Bareng

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:52

Ini dia rekor sejarah sepakbola dunia yang ditorehkan lamine yamal, Salah satunya pemain Termuda Dunia 

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:06

Gilanya Fans Sepakbola Copa Amerika, Apakah seperti Fans Sepakbola Indonesia? 

Selasa, 16 Juli 2024 - 08:59

DPRD Gelar Rapat Paripurna Tuk Setujui Raperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023

Senin, 15 Juli 2024 - 11:10

Seminar Online Primago 2024“Bagaimana Peran Orang Tua  Dalam Memondokkan Anaknya Di Pesantren

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:16

1 Windu Berkiprah, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago adakan Syukuran dan Seminar Online

Jumat, 12 Juli 2024 - 08:59

Peringati World Population Day, Fazar Ingatkan Peluang Sekaligus Tantangan Kependudukan Di Jawa Barat

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:58

Grand Syaikh Al-Azhar Apresiasi Pondok Pesantren Darunnajah Dalam Memperkuat Pendidikan Agama Islam di Indonesia

Berita Terbaru