oleh

Wakil Wali Kota Depok Akhirnya Mengaku Kalau Depok Rawan Peredaran Narkoba

 

Siarandepok.com – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang sedang marak di Indonesia, tidak terkecuali Depok. Sebelumnya masyarakat Depok bisa tenang karena Pemerintah Kota Depok mengatakan bahwa wilayah Depok aman dari peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Namun, sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa Depok rawan narkoba. Pemkot Depok, melalui Wakil Wali Kota Pradi Supriatna, pun kini mengakuinya.

“Kalau dibilang kampung narkoba, saya tidak sepakat. Tapi kalau rawan mungkin iya,” ujar Pradi Supriatna.
Untuk diketahui, baru-baru ini muncul isu bahwa di Kota Depok ada sembilan kampung narkoba. Meski hal itu telah dibantah Pemerintah Kota Depok serta Polresta Depok, tak dapat dipungkiri banyak pengedar dan pemakai barang haram berkeliaran di Depok.

Sabtu (23/3) lalu, misalnya, tim Badan Narkotika Nasional (BNN) membekuk seorang pedagang kelontong bernama Yusuf (40) di Jalan Baru Plenongan, Kecamatan Pancoran Mas. Dari dalam warung kelontong miliknya, petugas menyita 10 kilogram narkotika jenis sabu.

Esok harinya, pihak BNN mengonfirmasi total barang bukti sabu yang didapat hasil operasi penangkapan di Depok sebanyak 20 kilogram sabu.

Pradi menyampaikan, karena maraknya pengungkapan kasus narkoba di Depok akhir-akhir ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengambil langkah-langkah strategis pemberantasan peredaran narkoba.

“Pertama, saya terima kasih dulu kepada BNN. Bayangkan kalau sebanyak itu tidak tercium dan tidak tertangkap, berapa banyak orang yang akan jadi korban. Kedua, setelah kejadian ini kami sharing dengan Pak Wali Kota, kami juga sharing dengan BNN Kota Depok dan Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok, untuk membahas kira-kira langkah strategis apa yang akan kita ambil,” jelas Pradi.

Bahkan, Pemkot Depok juga akan memberikan dukungan pemberantasan narkoba melalui kucuran dana dari APBD Kota Depok.

Kepala BNN Kota Depok, Ajun Komisaris Besar Rusli Lubis, juga tidak setuju bila disebut di Depok ada sembilan kampung narkoba. Tapi dia membenarkan bahwa Kota Depok rawan peredaran narkoba.
Meski demikian, menurutnya di seluruh Indonesia juga banyak titik-titik rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Inggiet Yoes
Editor: Muhammad Rafi Hanif

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru