oleh

Penyusunan Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok Tahun Anggaran 2022

Siarandepok.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan mengadakan penyelenggaraan kegiatan Forum Perangkat Daerah sebagai wadah menampung dan menyelaraskan aspirasi/usulan dari tingkat Kecamatan atau dari tingkat Dinas.

Kegaitan tersebut diselenggarakan untuk Penyusunan Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Tahun Anggaran 2022 yang dilaksanakan Senin (22/2/2021) di Ruang Rapat DLHK Kota Depok dan Tempat Kerja Masing-masing melalui virtual.

Kegiatan ini dihadiri dari berbagai perangkat daerah seperti Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Kepala Bappeda Kota Depok, dan masih banyak lagi. Tema yang diangkat pada rapat kali ini adalah “Sampah Bahan Baku Ekonomi Di Masa Pandemi”. Pada forum ini membahas tentang sampah yang ada di Kota Depok. Tak hanya itu pada pembahasan ini juga membahas tentang Prioritas Pembangunan Tahun 2022, yakni sebagai berikut.

  1. Pengembangan Infrastruktur Konektivitas Wilayah dan Optimalisasi Transportasi Publik.
  2. Pemenuhan Derajat Kesehatan Masyarakat.
  3. Peningkatan Kualitas Pemukiman.
  4. Peningkatan Infrastruktur Digital untuk Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat.
  5. Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan.
  6. Penanganan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Kemasyarakatan.
  7. Daya Saing dan Ketimpangan Ekonomi.
  8. Peningkatan Nilai-Nilai Keluarga.
  9. Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan.

Pemaparan dari Tim Sinergitas Pokja Zero Waste yang disampaikan oleh Dr. Eng. Radon Dhelika. Tim Sinergitas adalah tim yang diminta langsung untuk mendampingi perwujudan visi dan misi Wali Kota.

Data sampah Depok yang disampaikan oleh Tim Sinergitas yaitu timbulan sampah kurang lebih 1565 ton/hari, tingkat pelayanan sampah 60%, dan tingkat pengurangan sampah di sumber 12%. Kondisi di Tempat Pembuangan Akhir Cipayung yang memiliki luas 11,99 hm menampung sampah yang masuk setiap harinya sebesat 930 ton/hari dengan evaluasi tertinggi bukit sampah 113 m.

Hal tersebut perlu upaya untuk pengurangan sampah, karena sampah ke TPA perlu dibatasi hanya 600 ton/hari di tahun 2021-2022. Rekomendasi yang disebutkan dari dokumen DED Revitalisasi TPA, 2021 bahwa partisipasi warga Kota Depok dalam pengurangan sampah dari sumber adalah kunci untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA dan menyukseskan upaya revitalisasi TPA.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menjelaskan bahwa terdapat empat permasalahan sampah di Kota Depok, yakni sebagai berikut:

  1. Tempat Pembungan Akhir Cipayung sudah over
  2. Keterbatasan lahan untuk bantuan sarpras dari Pemerintah dan harus dikoordinasikan dengan Badan yang mengelola asset Kota Depok.
  3. Laporan warga pembuangan sampah liar terutama di dekat Pintu tol Cimanggis.
  4. Kabar dari Tim Buru Sergap Sampah Kota Depok.

Dari empat permasalahan tersebut, KLHK memaparkan Potensi dan Solusi Untuk Pengelolaan Sampah Kota Depok. Sebagai berikut

  1. Bantuan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan.
  2. Operasional UPS.
  3. Penguatan 3R di Masyarakat.
  4. TPA Nambo terus berprogres saat ini diambil alih BUMD masih proses pemilihan mitra strategisnya. Diharapkan tidak terlalu lama dalam prosesnya.
  5. Target-target Jakstrada Kota Depok.

 

(SZ)

(RS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru