oleh

Empat Hal Yang Mendorong Idris Maju lagi

siarandepok.com-Wali Kota Depok, Mohammad Idris menghadiri acara Konsolidasi dan Pembekalan Ranting Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se Kota Depok diselenggarakan di Telorindo Hall Sawangan Depok, minggu (13/09/2020).

Mohammad Idris mengungkapkan bahwa Partai PPP adalah sebuah partai besar dan partai lama dengan segudang pengalamannya dikancah politik, tergantung masalah kepemimpinan di PPP itu sendiri. Saat ini kepemimpinannya sangat mumpuni untuk mengerahkan massa maupun membangkitkan semangat jajarannya.

“Dengan data-data yang akan dimasuki dan atau segmentasinya dimana, utamanya adalah konstituen anggota dewan maupun caleg-caleg dahulu, biasanya yang memang terlibat langsung adalah kader dari PPP, sehingga segmennya tidak tumpang tindih, dengan kata lain berbagi sasaran, itu riil kontribusi nyatanya.” ujar Mohammad Idris

Mohammad Idris menegaskan ada 4 janji kampanye yang harus dilanjutkan, yakni UMKM, Insentif RT,RW,LPM kemudian pembimbing rohani dan guru honorer, dari 10 janji kampanye, dimana yang lainnya merupakan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Untuk ketahanan pangan itu adalah urusan wajib masuk dalam program RPJMD , bukan janji kampanye, sedangkan janji kampanye itu bukan sesuatu yang tidak masuk urusan wajib , namun perlu diangkat seperti sekolah/madrasah. Untuk madrasah ini Pemkot tidak punya otoritas dasar , sedangkan otoritasnya ada pada Kementerian Agama, namun Pemkot bisa mengadakan lahan-lahan untuk didirikan madrasah sepanjang tersedianya dana.”urai Mohammad Idris.

Masih menurut Mohammad Idris, didalam ketetapan KPU Pusat sudah menetapkan apakah Januari 2024 itu pemilu serentak atau diundur hingga 2027, apabila pada tahun 2027 maka masa baktinya dari 2021 – 2026, apabila pemilu serentak tahun 2024 maka masa baktinya hanya 3 tahun 8 bulan, dan ini harus direvisi dari janji kampanye, RPJMD dan Perda.

“Ini ada istilah pergeseran anggaran maupun program, dan ini dapat dilakukan, namun apabila dilakukan pemilu serentak pada tahun 2024, 10 janji kampanye dapat terealisasi sekitar 70%.” Ungkap Idris.

Masih dari Idris, yang paling bermasalah adalah tentang pengadaan lahan, seperti pengalaman kami untuk taman terpadu setiap kelurahan, baru bisa selesai tahun depan. Seperti yang tidak termasuk janji kampanye kita wujudkan seperti pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) di GDC .

“Janji saya menyediakan 1000 kios los dan itu sudah ada, yang jadi pertanyaan outcomenya yakni effektifitas penggunaan dari kios los ini sudah sejauh mana, dan apa kendalanya, sedangkan UMKM kedepannya adalah mengenai pertambahan modal sudah dimulai dalam ABT, walaupun tidak semua.”pungkas Idris.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru