oleh

Untuk Memperkuat Kepedulian Sesama Alumni, Forbis IKPM Gontor Dirikan Forbis Charity

siarandepok.com-Forum Bisnis (Forbis) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor meluncurkan (launching) “Program Kepedulian (Forbis Charity)”, di Jakarta, Rabu (12/8).

Ketua Umum Forbis, Ustadz Agus Maulana, menyebutkan, program ini secara kelembagaan di bawah naungan Forbis IKPM Gontor. “Penggalangan dana dilakukan dari anggota untuk anggota dalam upaya membantu sesama alumni maupun anggota yang terkena musibah,” papar Ustadz Agus Maulana dalam sambutannya.

Forbis Charity ini diketuai langsung oleh Wakil Ketua Umum Forbis, Ust Anas Asrofi. Secara teknis, ia akan dibantu oleh beberapa pengurus maupun anggota Forbis, yakni Ust Imron Subkhi, Ust Wasugi, dan Ust Awaluddin Faj.

“Forbis Charity ini bersifat umum dan berjalan sepanjang waktu. Penyaluran charity-nya berdasarkan keperluan dan kondisi yang dibutuhkan. Hal ini sekaligus menjadi sebuah bentuk kepedulian kita dan rasa syukur atas apa yang kita raih saat ini dan untuk masa depan,” ungkap Ustadz Agus Maulana.

Pengurus Pusat IKPM Pusat, Dr HM Adib Fuadi Nuriz MA, mengatakan, tolong-menolong merupakan perintah agama. Dan perintah ini kerap direpresentasikan dalam aksi kepedulian. Tak sedikit, misalnya di Indonesia, hadirnya lembaga-lembaga filantropi juga diusung oleh semangat kepedulian dan sikap tolong-menolong yang tinggi. “Budaya gotong-royong dan turut serta mengulurkan bantuan dalam Islam diterapkan di banyak lini,” kata Ustadz Adib.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya siksa Allah sangat berat,” ujarnya mengutip bunyi ayat Al-Qur’an.

Tak terkecuali dalam aspek ekonomi syariah. Kepedulian dalam perkara perekonomian juga ditonjolkan dengan berhati-hati dalam mengambil langkah agar tak merugikan atau menzalimi ekosistem dan masyarakatnya.

Menurutnya, IKPM Gontor tidak saja berfungsi sebagai wadah pemersatu alumni Gontor, namun lebih dari itu organisasi ini juga berfungsi sebagai penggerak potensi alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. “Potensi alumni Gontor sangat beragam demikian juga gerakan-gerakan yang dilakukan oleh alumni Gontor banyak membawa manfaat dan simpati dari berbagai kalangan.”

Ustadz Adib menyebutkan, peran alumni Gontor di dalam mewujudkan masyarakat yang islami harus menjadi spirit dakwah bagi para alumni di berbagai tempat.

Gerakan ekonomi alumni Gontor telah menunjukkan peranan yang sangat strategis dalam membangun usaha dan  mewujudkan bisnis dan ekonomi kreatif yang berdasarkan nilai-nilai Islam. Dan ini telah melahirkan gerakan-gerakan sosial di antaranya gerakan amal secara berjamaah. “Ini menunjukkan bahwa pribadi-pribadi anggota Forbis memiliki jiwa sosial yang tinggi,” katanya.

“Semoga Forbis Charity ini terus tumbuh, berkembang, dan bermanfaat untuk semuanya,” harap Ustadz Adib.

Ustadz Agus Maulana menambahkan, Forbis Charity didirikan untuk mewujudkan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, dan utamanya kepedulian terhadap Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai almamaternya.

“Adanya program charity ini sebagai wujud dan bukti bahwa kita sangat peduli. Kemampuan manusia untuk peduli merupakan sesuatu yang menjadikan hidup lebih bermakna.”

“Kepedulian adalah sumber kebahagiaan. Membahagiakan dirimu sendiri dan membahagiakan orang lain,” papar Ustadz Agus Maulana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru