oleh

GESIT dan FJP Ajak Masyarakat Warganet Dukung Penguatan Pembinaan Nilai-Nilai Pancasila

-Nasional, Opini-13 views

Siaran Depok- Komunitas Generasi Literasi Terbit (GESIT) dan Forum Jurnalis Pesantren mengadakan Bincang Online (Podcast) dengan tema “Peran warganet dan Milenial melawan paham radikal serta komunisme melalui penguatan nilai-nilai ideologi Pancasila” melalui Undang-Undang, pada Rabu (22/7/2020) siang.

Dalam bincang online tersebut, Ketua Generasi Literasi Terbit (GESIT) sekaligus Duta Damai BNPT Anggara Purista mendukung gagasan rumusan terhadap internalisasi Pancasila sebagai sarana dialog fundamental kebangsaan sekaligus menjadi bahan acuan agar Pancasila dapat diimplementasikan dan dibumikan nilai-nilainya guna menghadapi tantangan saat ini salah satunya lewat perumusan regulasi dan aksi-aksi penyebaran konten narasi Positif seputar nilai-nilai Pancasila.

“Diperlukan kegiatan literasi melalui penyebaran konten narasi positif demi melawan narasi negatif dan berita hoax seputar idiologi Pancasila serta meningkatkan penerapan ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang tercermin dalam sebuah pedoman pembinaan agar kehidupan berbangsa dan bernagara dipedomani oleh nilai-nilai luhur Pancasila.” kata Anggara.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute Karyono Wibowo menilai bahwa eksistensi dan penerapan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mulai mengalami degradasi.

“Undang-Undang terhadap kelembagaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila adalah suatu langkah konstitusional untuk membumikan dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara,” tegas Karyono.

Sehingga Publik harus yakin dan optimis betapa pentingnya pembinaan ideologi Pancasila, maka sangat penting diperlukan payung hukum selevel UU,” jelas Karyono.

“Dengan berpayung hukum UU, program penguatan Pancasila tidak akan berganti atau bahkan hilang akibat pergantian rezim. Penguatan Pancasila sebagai dasar negara akhirnya tidak tergantung pada siapa yang sedang berkuasa, karena telah memiliki landasan hukum yang permanen, yakni UU”, pungkasnya.

Lebih lanjut, Imam Faturrahman sekaligus anggota Forum Jurnalis Pesantren mengajak seluruh Insan media agar memproduksi berita yang dapat memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan Bangsa serta nilai-nilai falsafah bangsa sebagai pedoman menuju bangsa yang tangguh dari terpaan perubahan yang begitu cepat.

“Insan media sangat tidak diperbolehkan memproduksi konten pemberitaan atas dasar informasi hoax dan hasutan provokatif yang dapat memengaruhi stabilitas berbangsa dan bernegara” kata Imam.

Sebelumnya komunitas GESIT telah melaksanakan aksi penyebaran konten positif melawan paham radikal dan komunisme melalui penguatan nilai-nilai Pancasila di media sosial.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru