Layani 100 sampel perhari, Hasil PCR Labkesda pun Cepat

oleh -14 views

Siaran Depok- Senin (22/06/2020) pagi jelang Siang, Wali Kota Depok, Mohammad Idris menerima undangan wawancara interaktif dari RRI Pro 3 FM mengenai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam penanganan Covid 19.

Diawal kesempatan tersebut, Wali Kota Depok, Mohammad Idris menjelaskan bahwa sejak dua pekan lalu Pemkot Depok mendapatkan izin restu dari Kementerian Kesehatan untuk pelaksanaan SWAB PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) milik Pemkot Depok. Dimana sejak pekan kemarin sampai sekarang Pemkot Depok sudah realisasi bisa melakukan pelaksanaan 90-100 sampel dan dengan waktu yang relatif lebih cepat.

“Pelaksanaan PCR ini tidak ada persyaratan khusus, yang penting untuk warga ber KTP Depok,” ujar Idris.

Idris menjelaskan dalam pelaksanaan PCR ini tujuannya untuk menyisir ODP, PDP dan OTG yang sudah terdaftar di didata gugus tugas Covid 19 Kota Depok dan diutamakan bagi yang memiliki hasil rapid test yang reaktif dari rapid test yang sudah dilaksanakan oleh Pemkot Depok.

Dikatakannya pula saat ini pihaknya telah melakukan rapid test sebanyak 20.000 orang dari target 13.000 orang dan pelaksanaan rapid test ini akan dilakukan ditempat-tempat publik atau petugas-petugas aparat yang bertugas berinteraksi langsung dengan orang banyak serta mereka yang sedang melakukan perjalanan balik pulang keluar Depok seperti para santri misalnya yang mau balik ke pesantren.

“Sebelum LABKESDA Depok beroperasi, memang kita punya dua rumah sakit yang melakukan swab laboratorium PCR ini yaitu Rumah Sakit UI, dan juga di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob,” ucap Idris.

Idris menjelaskan alasan kenapa Pemkot Depok meminta izin dari kementerian dengan 100 per hari. Diantaranya karena di Jakarta sendiri sudah penuh antriannya. itu yang awalnya hanya 4 hari terus meningkat sampai 7 hari sampai 14 Hari 2 minggu bahkan sampai ada yang 3 minggu hasilnya. Sementara Pemkot Depok ingin lebih cepat lagi hasilnya keluar.

“Hasil PCR Labkesda Depok kita targetkan bisa keluar 5 jam sampai 24 jam. Oleh karena itu kami sudah mulai menyiapkan tenaga tenaga honor ataupun relawan di klinik yang sudah mengikuti uji kompetensi,” ujar Idris

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *