Doa Puasa Hari Ketujuh Belas

oleh -57 views

Oleh: Syamsul Yakin
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Akhyar Parung Bingung Kota Depok

“Ya Allah, pada bulan puasa ini tunjukkanlah aku amal yang shaleh, dan berikan kepadaku segala keperluan dan cita-citaku, wahai Dzat yang tidak memerlukan penjelasan dan permintaan, wahai Dzat yang mengetahui segala rahasia yang ada di hati manusia, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya yang suci”.

Ada tiga inti doa di atas, baik berdoa dengan cara meminta maupun dengan cara memuji. Pertama, di puasa hari ketujuh belas ini kita mohon agar ditunjukkan amal yang shaleh. Amal yang shaleh itu banyak ragamnya, misalnya bersedekah, berbagi ilmu, dan yang lainnya. Sekarang kedua amal yang shaleh itu begitu dinantikan.

Dalam doa di atas, amal yang shaleh yang kita harapkan adalah yang tidak terputus pahalanya. Nabi SAW bersabda, “Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang shaleh” (HR. Muslim).

Kedua, kita mohon agar diberikan segala keperluan, seperti ilmu, rezeki yang halal, dan amal yang diterima. Inilah doa Nabi SAW, “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik)” (HR. Ibnu Majah).

Ketiga, kita memohon terkabulnya cita-cita, seperti memperoleh kekayaan hakiki. Tentang ini Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (cita-citanya, niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina.

“Dan barangsiapa menjadikan dunia tujuannya (cita-citanya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya.” (HR.Turmudzi).

Selanjutnya, secara berturut-turut kita berdoa dengan cara memuji Allah SAW dan bershalawat atas Nabi SAW. Pertama, Allah SWT tidak memerlukan penjelasan dan permintaan. Dialah Allah SWT, “Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nampak. Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi” (QS. al-Ra’du/13: 9).

Kedua, kita juga memuji Allah SWT yang mengetahui segala rahasia yang ada di hati manusia. Allah SWT berfirman, “Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati” (QS. al-Hadid/57: 6).

Menurut pengarang Tafsir Jalalain, yang dimaksud “Dia Maha Mengetahui segala isi hati” adalah “Dia Maha Mengetahui akan rahasia-rahasia dan keyakinan-keyakina yang terkandung di dalam hati. Kita meyakini Allah SWT mengetahui ketiga permohonan kita di atas dan akan segera mengabulkannya.

Terakhir, dengan bershalawat atas Nabi SAW dan keluarganya yang suci kita mendapat kebaikan. Sebab menurut Syaikh Nawawi Banten dalam Syarah Sullam al-Munajat, Nabi SAW itu adalah pemimpin orang-orang baik. Semoga kita terpilih menjadi orang-orang baik di antara keluarga Nabi SAW dan para sahabatnya. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *