Menu

Ramayana Depok PHK 87 Pekerja

  Dibaca : 126 kali
Ramayana Depok PHK 87 Pekerja

Siaran Depok- Sebanyak 87 pekerja di Ramayana City Plaza Depok, Jawa Barat terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) cukup mendadak hanya berselang sehari setelah penyampaian kondisi cabang. Pihak manajemen berjanji akan menunaikan kewajiban terhadap hak-hak pekerja yang di-PHK.

Store Manager Ramayana City Plaza Depok, M Nukmal Amdar memastikan manajemen bakal memberikan kompensasi secara adil. Ia menyebut saat ini proses kompensasi dalam tahap proses.

“Semua hak-hak karyawan akan dibayarkan sesuai ketentuan. Artinya ini kita lewati proses dengan baik sesuai kesepakatan bersama,”

Namun, sayangnya ia belum bisa memastikan kapan kompensasi atau pesangon segera turun. Padahal di momen saat ini, banyak pegawai yang berharap membutuhkan dana untuk menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Akan dibayarkan dalam waktu dekat ini. Artinya perusahaan mempertimbangkan ketika karyawan nggak kerja, perusahaan ini udah siap bayarkan semua,” sebutnya.

Ia menjelaskan proses PHK ini sudah melalui proses sosialisasi kepada para karyawan, tujuannya agar karyawan tidak kaget maupun mempersiapkan diri. Namun memang, proses sosialisasi dilakukan H-1 sebelum keputusan PHK.

“Kita melalui proses (PHK) ini dari hari Minggu. Setelah kami pemaparan kondisi perusahaan itu di hari Sabtu. Yang kami sampaikan, bahwa perusahaan kita nggak mampu lagi beroperasi karena biaya nggak bisa menutupi,” kata Nukmal.

Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil manajemen adalah kebijakan langsung kepada PHK, bukan unpaid leave atau cuti tidak dibayar. Sehingga kemungkinan besar karyawan yang sudah di PHK tidak kembali lagi ke toko untuk bekerja setelah masa pandemi corona usai.

“Jika ke depan kondisi ini memungkinkan lebih bagus. Semua keputusan ada di manajemen. tinggal nanti gimana arah kebijakan manajemen,” katanya.

Keputusan PHK kepada karyawan tidak lepas dari menurunnya omset penjualan. Semenjak masa pandemi corona ini ada, banyak masyarakat yang mengalihkan penjualan kepada pos-pos kebutuhan pokok, bukan pakaian. Sehingga omset Ramayana khususnya di Depok pun kian anjlok, sehingga harus melakukan PHK dan menutup gerai.

“Customer untuk belanja fashion dan kita turun salesnya. Dalam hitungan pendapatan, kita alami penurunan hingga 80 persen. Untuk proyeksi toko ini kenapa ditutup? karena pertimbangkan kita untuk lebaran, memang sudah nggak bisa diharap lagi,” katanya.

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!