Menu

Tokopedia Belajar Membantu Pelajar Belajar Online

  Dibaca : 31 kali
Tokopedia Belajar Membantu Pelajar Belajar Online

Siarandepok  – kehadiran layanan ini menjadi salah satu langkah Tokopedia dalam mendukung kontinuitas pendidikan masyarakat di Indonesia, termasuk pelajar yang tengah menjalankan kegiatan belajarnya secara daring di rumah akibat dampak COVID-19. Hal ini diungkapkan oleh Astri Wahyuni, selaku Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia.

Tokopedia menggandeng 100 lembaga pendidikan untuk menyediakan beragam pilihan pelatihan daring (online) atau luring (offline) dalam bentuk voucher digital, dengan berbagai jenis lembaga. Mulai dari Informasi dan Teknologi (IT), bahasa, kepemimpinan dan profesional, fotografi, bisnis, desain dan multimedia, hingga pemasaran digital.

 

 

“Sistem pelayanan di Tokopedia Belajar tersedia online selama 24 jam. Hal ini memungkinkan masyarakat memperoleh voucher digital pendidikan atau pelatihan kapan pun dan di mana pun secara mudah,” ujar Astri.

SmTokopedia juga ditunjuk sebagai mitra platform digital resmi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI untuk meluncurkan fitur Kartu Prakerja. Kolaborasi ini untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap sejumlah kebutuhan pendidikan hasil kurasi Tokopedia Belajar yang dapat meningkatkan kompetensi, produktivitas dan daya saing masyarakat dalam menghadapi dunia kerja.

 

 

Dia menjelaskan, berbagai pilihan program edukasi atau pelatihan dari beragam institusi pendidikan terkurasi dari Tokopedia Belajar dapat masyarakat gunakan dengan memanfaatkan fitur Kartu Prakerja untuk mengaksesnya. Pemilihan bisa didasarkan kriteria lokasi maupun metode pembelajaran yang diinginkan. Selain itu, pengguna dapat menggunakan Kartu Prakerja sebagai metode pembayaran khusus dalam fitur ini.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, Kartu Prakerja menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang terdampak COVID-19. “Kartu Prakerja menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang terdampak COVID-19 untuk mendapatkan skill baru (skilling), meningkatkan keterampilan di bidang yang telah ditekuni (upskilling), atau di bidang yang baru (reskilling),” ujarnya.

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!