Menu

Alternatif Olahraga Pada Masa Isolasi

  Dibaca : 27 kali
Alternatif Olahraga Pada Masa Isolasi

Siarandepok – Berkurangnya aktifitas fisik terjadi karena pembatasan sosial ( social distancing) yang diberlakukan di tengah wabah virus corona membuat banyak orang terpaksa berada di dalam tempat tinggalnya sepanjang hari. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) menganjurkan agar masyarakat tetap beraktivitas fisik secara rutin selama masa social distancing. Hal tersebut diyakini pentingdemi mempertahankan daya tahan tubuh yang kuat.

“Studi menunjukkan, gaya hidup kurang gerak dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi virus,” tulis PDSKO melalui pernyataan rekomendasinya.

 

 

Inilah rekomendasi olahraga dari dokter pada situasi ini:

  1. Aerobik, latihan aerobik dapat dilakukan baik di dalam maupun luar ruangan. Namun, pastikan kamu tetap mengutamakan prinsip pembatasan sosial dan memprioritaskan aktivitas yang minim menyentuh sesuatu atau seseorang.

Beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan, antara lain:

– Jalan cepat di sekeliling rumah atau naik-turun tangga di dalam rumah selama 10-15 menit. Jika memungkinkan, kamu bisa melakukannya 2-3 kali sehari.

– Memanfaatkan video YouTube atau platform lainnya yang memperlihatkan video menari atau senam aerobik.

– Lompat tali.

 

 

  1. Latihan kekuatan Kamu mungkin tidak bisa pergi ke gym pada saat-saat seperti sekarang. Namun, tak perlu khawatir karena latihan kekuatan juga bisa dilakukan di rumah. Kamu bisa memperagakan gerakan sederhana yang kamu tahu atau mengunggah aplikasi olahraga dan mengikuti panduan yang diberikan. Beberapa gerakan latihan kekuatan yang bisa kamu aplikasikan di rumah seperti squat, lunges atau push up.
  2. Stretching break, hindari duduk sepanjang hari, usahakan kamu tetap aktif meskipun hanya beraktivitas di rumah. Lakukan peregangan setidaknya setiap dua jam sekali. Kamu bisa melakukan peregangan statis dengan menahannya selama 10-15 detik untuk setiap gerakan.

    Dianjurkan agar tetap melakukan olahraga intensitas ringan atau sedang. Sebab, latihan intensitas tinggi justru berpotensi menurunkan imunitas tubuh sehingga meningkatkan risiko infeksi. “Akan tetapi, selalu perhatikan adanya gejala sebagai panduan. Jika mengalami demam, batuk, sesak napas, segera setop latihan, dan pergi ke fasilitas kesehatan,” tulis PDSKO.

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!