LGBT DALAM PERSPEKTIF TEOLOGIS DAN HISTORIS (Respons Terhadap Kebijakan Walikota Depok)

oleh -397 views

Oleh: Syamsul Yakin
Wakil Ketua Umum MUI Kota Depok*

Luth berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu” (QS. al-Ankabut/29: 30)

Dalam al-Qur’an terdapat sejumlah ayat yang menerangkan tentang siapa ”kaum yang berbuat kerusakan itu”. Pertama, kaum Nabi Luth yang melakukan perbuatan yang sangat hina, seperti firman Allah, ”Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” (QS. al-A’raaf/7: 80). Kedua, kaum Nabi Luth yang menyukai sesama jenis, Allah Berfirman, “Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas” (QS. al-A’raaf/7: 81).

Dalam sejumlah hadits, inilah di antara perbuatan ”kaum yang berbuat kerusakan itu”. Pertama, ”Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, beliau sampaikan sampai tiga kali ” (HR. Ahmad). Iman Tirmidzi menuliskan hadits Nabi SAW, “Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya”. Jadi pantas saja kalau Nabi Luth berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu” (QS. al-Ankabut/29: 30).

Menurut pengarang Tafsir Jalalain, Allah mengabulkan doa Nabi Luth. Allah SWT berfirman, ”Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ’Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini. Sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim” (QS. al-Ankabut/29: 30). Juga ayat, ”Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kriminal itu” (QS. al-A’raaf/7: 81). ”Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit” (QS. al-Hijr/15 :73).

Tak hanya itu, Allah SWT informasikan juga, ”Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras” (QS. al-Hijr/15: 73). Menurut Jalaluddin al-Suyuthi dan Jalaluddin al-Mahalli yang menyebabkan kota mereka terbalik ke bawah adalah karena malaikat telah mengangkatnya ke langit lalu menajtuhkannya dalam keadaan terbalik ke tanah. Sedangkan tanah yang keras itu adalah tanah liat yang dibakar dengan api. Inilah balasan untuk kaum Nabi Luth yang menantangnya, ”Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar” (QS. al-Ankabut/29: 29).

Bagi Nabi Luth sendiri,yang membuat perih hatinya adalah isterinya termasuk yang mendapat azab dari Allah SWT. ”Para utusan (malaikat) berkata, ’Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh. Bbukankah subuh itu sudah dekat?” (QS. Hud/11: 81).

”Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. Namun yang mengerikan, menurut prediksi Nabi SAW yang terjadi pada umat Nabi Luth juga akan terjadi pada umat beliau. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya perbuatan yang paling kutakuti akan menimpa umatku adalah perbuatan yang dilakukan oleh kaum Luth” (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits Imam Thabrani, Nabi SAW bersabda, “Ada empat orang yang mereka memasuki pagi hari membuat Allah SWT marah dan murka pada sore hari”. Lalu ditanyakan kepada Nabi SAW, “Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?”Nabi SAW menjawab, “(Pertama),laki-laki yang meniru para perempuan. (Kedua) para perempuan yang meniru laki-laki. (Ketiga), manusia yang bersetubuh dengan binatang. (Keempat), laki-laki yang bersetubuh dengan laki-laki”. Hadits-hadits seperti ini dibahas oleh Syaikh Nawawi Banten dalam bab tersendiri, yakni “Fi Tasydid ‘Alal-Liwath” dalam kitab Tanqihul Qaul.

Untuk itu bagi para pelaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Trangender (LGBT) di negeri kita hendaklah bisa mengetahui betapa bahayanya perbuatan mereka. Berikut dikutip hadits-hadits dari kitab Tanqihul Qaul. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang mencium anak muda dengan syahwat, maka Allah SWT akan menyiksanya di neraka selama seribu tahun”. Begitu juga sabda Nabi SAW, “Seandainya pelaku LBGT mandi dengan air lautan, pada hari kiamat ia hidupkan (masih) dalam keadaan junub”. Termasuk, Apalagi seorang laki-laki bersetubuh dengan laki-laki lain, maka keduanya adalah pezina”.

Sama halnya dengan sabda Nabi SAW, “Dan apabila seorang wanita melakukan perbuatan lesbi dengan wanita lain, maka keduanya adalah pezina”. Nabi SAW bersabda, “Apabila seorang anak muda meraba-raba anak muda lainnya, maka Arasy berguncang. Lalu langit berteriak, “Wahai Tuhan kami, perintahkahkanlah kami untuk menyambar orang yang telah melakukan hal itu”. Begitu juga bumi berkata dengan lantang, “Wahai Tuhan kami, perintahkanlah kami untuk menelan orang yang telah melakukan hal itu”. Tentu rangkaian sabda Nabi SAW di atas tidak dapat diabaikan begitu saja, sebab bisa jadi jika Allah SWT murka terhadap pelaku LGBT, maka yang merasakannya adalah seluruh bangsa Indonesia.

Apalagi di dalam al-Qur’an berkali-kali Allah SWT telah memperingatkan, “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata, ‘Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Hud/11: 78). “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas” (QS. al-Syu’ara/26:165-166).

Secara khusus, bagi para perempuan yang melakukan perilaku seks menyimpang ingatlah ayat ini, “Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami. Lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah. Dan dikatakan (kepada keduanya), ‘Masuklah ke dalam jahanam bersama orang-orang yang masuk (jahanam)’ (QS. al-Tahrim/66: 10). Maksudnya, kata pengarang Tafsir Jalalain, (masuklah ke dalam jahanam) “bersama orang-orang kafir dari kalangan kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi Luth.*

*Tulisan ini pendapat pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *