oleh

Gubernur Buka Flona Jakarta 2019, Sosialisasikan Tanaman Penyerapan Polutan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, membuka secara resmi Pameran Flora dan Fauna (Flona) Tahun 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (06/09/2019) malam.

Pameran yang diselenggarakan sejak tahun 1971 ini akan berlangsung selama satu bulan penuh yakni pada 6 September-7 Oktober 2019, dengan dimeriahkan oleh 175 stan yang terdiri dari penjual tanaman hias, tanaman buah, satwa peliharaan, tanaman obat, termasuk stan makanan-minuman, hingga komunitas.

“Kita hidup di wilayah urban. Konsekuensi dari tinggal di wilayah urban, tidak semua dari kita memiliki kedekatan untuk berada bersama dengan berbagai macam flora dan fauna. Banyak dari keluarga-keluarga kita memiliki pengalaman yang minim terkait dengan flora dan fauna, apalagi ketika kita tinggal di kawasan yang padat, kawasan yang ruang hijaunya terbatas. Di situ, kesempatan untuk menyaksikan dari dekat kekayaan hayati yang ada di Indonesia menjadi sangat minim. Karena itu, Jakarta dengan kegiatan ini memberikan alternatif bagi keluarga maupun masyarakat untuk menikmati serta mempelajari kekayaan flora dan fauna kita,” ujarnya.

Anies mengapresiasi penyelenggaraan Flona Jakarta 2019 bertema “Ruang Hijau Jakartaku” yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran gerakan untuk menghijaukan Ibu Kota di tengah masyarakat.

Anies menegaskan, pameran Flona Jakarta 2019 juga sebagai upaya menyosialisasikan tanaman-tanaman penyerap polutan dan emisi untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

“Tujuannya, tidak lebih tidak kurang, adalah kita ingin agar kualitas udara di kota kita menjadi lebih baik. Sehingga, kita bisa hidup lebih sehat, dan Insya Allah kita akan bisa mewariskan Jakarta kepada generasi yang akan datang dengan kualitas lingkungan yang sama atau lebih baik,” terangnya.

Anies mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga, untuk dapat mengajak anak-anak ke Flona Jakarta 2019 sebagai wahana rekreasi dan sarana edukasi yang baik. Selain itu, Gubernur Anies mengimbau kepada seluruh sekolah di Jakarta untuk mengajak para pelajar mendatangi Flona Jakarta 2019.

“Jangan pernah dianggap sepele. Sebuah pameran yang didatangi oleh anak-anak di usia belia, bisa jadi dia merupakan inspirasi yang tak terlupakan. Menjadi inspirasi yang mungkin akan mengunggah dia untuk melakukan hal-hal besar di kemudian hari hanya dengan mendatangi sebuah pameran. Banyak sekali peristiwa seperti itu.

Karena itu, saya menganjurkan kepada semua. Mari kita manfaatkan pameran Flora dan Fauna 2019 untuk wahana pendidikan, wahana hiburan, dan mempererat ikatan persaudaraan di antara keluarga-keluarga kita,” tandasnya.

Untuk diketahui, Flona Jakarta 2019 juga merupakan bagian dari aksi merealisasikan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 sebagai solusi Jakarta mengatasi polusi udara. Pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat bersama-sama menerapkan teknologi hijau untuk meningkatkan kualitas udara di perkotaan, khususnya DKI Jakarta.

Produk penjualan tanaman juga akan didorong pada tanaman jenis reduksi polusi udara, seperti tanaman bougainvillea (bunga kertas), sansevieria (lidah mertua), dan varietas lainnya yang mana tanaman-tanaman itu berkapasitas tinggi menyerap polutan.

Selama pameran berlangsung, tanaman hias lidah mertua akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang telah melakukan konsultasi di bidang pertamanan yang disediakan di stan Dinas Kehutanan DKI Jakarta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru