Menu

FORBIS IKPM Gontor Upaya Membangun Kemandirian Keuangan Berjamaah: Kita Harus Belajar Dari Muhammadiyah

  Dibaca : 267 kali
FORBIS IKPM Gontor Upaya Membangun Kemandirian Keuangan Berjamaah: Kita Harus Belajar Dari Muhammadiyah

Siarandepok.com – “Umat Islam hanya bisa bersatu ketika shalat berjamaah tidak ketika berbisnis,” kalimat ini terungkap ketika saya ngobrol dengan Ketua Umum FORBIS IKPM GONTOR, Agus Maulana, di Pondok Modern Gontor Putri pekan lalu.

FORBIS sebagai salah satu organisasi yang didirikan atas amanah dari Pimpinan Pondok Modern Gontor sudah hampir tiga tahunan periode perdana kepengurusan ini terus berusaha untuk merajut ukhuwah antar alumni Gontor yang berprofesi sama di berbagai usaha bisnis.

Sebagai sebuah organisasi baru tentunya tidak mudah untuk menyatukan semua isi kepala ribuan alumni Gontor apalagi ini berkenaan dengan bisnis. Harus diakui pada periode kepengurusan perdana yang masa jabatannya akan berakhir pada akhir tahun 2019 ini, FORBIS masih membangun pondasi yang kuat dengan akar yang kokoh agar nantinya organisasi ini tidak mudah goyang.

Salah satu tujuan didirikannya FORBIS yang basis anggotanya pengusaha alumni Gontor dengan cheep yang tetap tertanam di Pondok Modern Gontor lewat PP IKPM tentunya untuk memperkuat perekonomian sesama alumni Gontor dengan salah satu filosofi KEMANDIRIAN yang dari sejak awal sudah ditanamkan ke jiwa masing-masing alumni Gontor ketika masih santri.

Tapi tidak mudah menciptakan Kemandirian Finansial dalam jangkauan lebih luas di tingkat alumni Gontor yang sudah tersebar luas di berbagai wilayah dengan ragam usaha berbeda.

Gontor sendiri sebagai sebuah lembaga pendidikan maklum diketahui telah sukses menerapkan prinsip kemandirian ekonomi lewat unit-unit usaha yang dimiliki, namun untuk menularkan kemandirian ekonomi dengan kekuatan finansial berjamaah antar alumninya harus diakui Gontor belum punya pengalaman.

Ada baiknya dalam hal ekonomi berjamaah untuk menciptakan kemandirian finansial yang lebih luas, semua stakeholder Gontor yang dimotori oleh FORBIS harus belajar ke Muhammadiyah.

Sebagai salah satu Ormas Islam tua dan besar di Indonesia yang usianya melebihi usia Gontor, Muhammadiyah bisa jadi rujukan yang sangat recomended untuk belajar membangun ekonomi berjamaah.

Di usianya yang memasuki 109 tahun, Muhammadiyah terlihat sangat berpengalaman dan matang mengelola ekonomi berjamaah dengan aset triliunan rupiah yang kini mereka miliki.

Perhatikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) kini bergelimang harta dengan cakupan hampir di semua bidang dan manfaatnya sangat real bisa dinikmati masyarakat luas.

AUM di bidang pendidikan dasar dan menengah dijumpai 7.651 sekolah dan madrasah, di bidang pendidikan tinggi 174 universitas, sekolah tinggi, institut, dan akademi. Di bidang pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terdapat rumah sakit 457, panti asuhan 318 buah, panti jompo 54 buah, dan rehabilitasi cacat 82 buah.

Untuk bidang sarana ibadah terdapat masjid dan musala sebanyak 11.198. Di samping itu, sejumlah Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), Koperasi Matahari, minimarket, semakin memperlihatkan geliatnya yang signifikan (Abbas, 2015).

Demikian pula, secara akumulatif, jumlah dana likuid (jangka pendek) yang tersimpan pada rekening yang dimiliki Muhammadiyah dan AUM, diperkirakan Rp15.000.000.000.000,00 (lima belas triliun rupiah) (Sudibyo, 2014).

Dari jumlah sebesar itu, yang baru dimanfaatkan Muhammadiyah diestimasikan Rp1.500.000.000.000,00 (satu triliun lima ratus miliar rupiah) atau hanya 10%).

Belum lagi total valuasi aset Muhammadiyah yang dikalkulasi mendekati angka Rp320 triliun. Jumlah tersebut sangat besar dan bahkan melebihi dana abadi umat yang terkumpul lewat setoran Haji yang angkanya hanya 105 triliun.

Lalu dari mana kita harus memulainya? Selain FORBIS, PP IKPM Gontor sebenarnya sudah memiliki Forum Pesantren (FPA) yakni organisasi resmi yang mewadahi kurang lebih 1000 lembaga pendidikan milik alumni Gontor yang tersebar hampir di setiap wilayah Indonesia.

Sinergi antara FORBIS dan FPA yang mulai dirintis belakangan ini dan gongnya akan ditabuh pada EXPO Forbis pekan ini diharapkan bisa menghasilkan sesuatu yang kongkrit setidaknya terjadi kerjasama real antara para pengusaha dengan para pimpinan pesantren.

Sejatinya bagi alumni Gontor yang sudah terbiasa tajammuk bukan hal yang sulit untuk berjamaah di bidang ekonomi.

Kita hanya butuh mengingat dan menerapkan wasiat TRIMURTI *Bondo, Bahu, Pikir, Lek Perlu Sak Nyawane Pisan*.

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional