Menu

Peristiwa Ditanggal 8 Mei

  Dibaca : 264 kali
Peristiwa Ditanggal 8 Mei

Siarandepok.com – Peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 8 Mei. Sebut saja kasus kematian aktivis buruh Marsinah yang masih misteri, hingga narapidana kasus terorisme (napiter) menyandera polisi di Rutan Mako Brimob.

Selain peristiwa-peristiwa itu, masih ada sejumlah momen bersejarah lainnya. Berikut  diantaranya.

1. Marsinah Ditemukan Tewas di Hutan

Marsinah lahir di Nglundo, 10 April 1969 dan meninggal 8 Mei 1993 pada umur 24 tahun. Ia adalah seorang aktivis dan buruh pabrik zaman Orde Baru, berkerja pada PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari.

Mayatnya ditemukan di hutan di dusun Jegong, Desa Wilangan dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat. Dua orang yang terlibat dalam autopsi pertama dan kedua jenazah Marsinah, Haryono (pegawai kamar jenazah RSUD Nganjuk) dan Prof. Dr. Haroen Atmodirono (Kepala Bagian Forensik RSUD Dr. Soetomo Surabaya), menyimpulkan, Marsinah tewas akibat penganiayaan berat.

Marsinah memperoleh Penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun yang sama. Kasus ini menjadi catatan Organisasi Buruh Internasional (ILO), dikenal sebagai kasus 1773.

2. Narapidana Terorisme Sandera Polisi di Rutan Mako Brimob

Indonesia digegerkan oleh aksi napiter yang mengamuk di Rutan Mako Brimob pada 8 Mei 2018. Aparat keamanan harus berjibaku selama 36 jam untuk merebut kembali wilayah tersebut. Menurut keterangan polisi, kericuhan ini berawal dari protes seorang napi yang mempertanyakan keberadaan makanan yang diberikan oleh keluarganya.

Seorang polisi bernama Muhammad Ramdani kemudian mendatangi sel napi yang diduga bernama Wawan Kurniawan dan mengatakan bahwa makanan akan diberikan setelah Isya, karena sedang dibawa oleh petugas bernama Budi. Tak terima, Wawan kemudian berteriak dan memprovokasi rekan-rekannya untuk membuat kericuhan. Alhasil, pintu di Blok C dijebol dan polisi mulai kewalahan menangani kericuhan.

Para napi teroris yang mengamuk itu kemudian menyandera 9 orang polisi, 5 orang gugur sedangkan 4 orang lainnya berhasil dikeluarkan secara dramatis. Jumlah napi teroris yang terlibat dalam tindakan kerusuhan, penyanderaan dan pembunuhan tersebut sebanyak 156 orang.

Mereka menguasai Blok A, B dan C hingga polisi sempat tak bisa masuk menyerbu. Apalagi, para napi tersebut juga memegang senjata laras panjang yang daya tempuhnya hingga 800 meter.

Salah satu napi kemudian tewas dalam kerusuhan tersebut. Sisa 155 napi kemudian menyerahkan diri setelah diultimatum menyerah atau melawan dengan segala risikonya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohamad Iqbal mengatakan, para ksatria yang gugur itu mendapat luka akibat senjata tajam di bagian leher. Mereka yang gugur dan mendapatkan kenaikan pangkat Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Respuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Benny Setiadi, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

3. Hari Palang Merah Sedunia

Dikutip dari uiupdate.ui.ac.id, setiap tahunnya sejak 1948, 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia untuk menghargai jasa penemu Gerakan Palang Merah Dunia, Henry Dunant, yang juga lahir di tanggal yang sama.

Peringatan Hari Palang Merah Sedunia bertujuan untuk menginspirasi, memfasilitasi, dan juga mempromosikan seluruh aktivitas kemanusiaan yang dilakukan oleh Komite Internasional Palang Merah dan anggota Komunitas Nasional yang ikut tergabung. Selain itu, peringatan tersebut juga digunakan sebagai kesempatan untuk menghargai jasa para relawan dan staf yang berjuang menyelamatkan nyawa orang banyak.

Gerakan Palang Merah terbagi menjadi Komite Internasional Palang Merah, sebagai institusi privat kemanusiaan; Federasi Internasional Komunitas Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yang mengatur aktivitas anggota pergerakan palang merah dan bulan sabit merah di 188 negara yang tergabung; dan Komunitas Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit, yang hadir di setiap negara di dunia.

Mengutip wikipedia.org, organisasi Palang Merah di Indonesia telah berada di 33 daerah tingkat provinsi dan sekitar 408 tingkat kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional