Menu

Fakta Psikologi Mengerikan Ini Bisa Saja Dimiliki Oleh Kamu!

  Dibaca : 190 kali
Fakta Psikologi Mengerikan Ini Bisa Saja Dimiliki Oleh Kamu!
Fakta Psikologi Mengerikan Ini Bisa Saja Dimiliki Oleh Kamu!

Siarandepok.com – Berkontradiksi dengan apa yang dipahami secara umum, psikologi bukan hanya pelajaran kuliah yang membuat kita mengetahui alasan mengapa beberapa teman kita melakukan sesuatu yang susah dijelaskan secara nalar. Justru psikologi bisa menjadi alat yang bagus untuk mengajari kita memilah banyak hal tentang kemanusiaan, termasuk hal-hal yang cukup mengganggu juga. Ini 10 fakta psikologi mengerikan yang ternyata dimiliki semua orang!

Orang yang kita anggap inferior cenderung gak kita lihat sebagai manusia

Sebuah penelitian di Duke University dan Princeton University menjelaskan kenapa kita sangat dengan mudahnya berjalan melewati seorang gelandangan. Penelitian berbasis MRI mengetahui bahwa manusia mengaktifkan jaringan khusus di otak ketika melihat orang lain dan berpikir yang berhubungan dengan kognisis sosial, perasaan, empati, dsb.

Ketika kita melihat seseorang yang cenderung kita anggap inferior (gelandangan atau preman/anak jalanan) bagian otak tersebut gagal teraktivasi. Menandakan bahwa kita gak menganggap mereka sama dengan manusia. Menyedihkannya bagian otak tersebut teraktivasi hanya karena hewan atau mobil, yang artinya kita lebih mengakui keberadaan kedua hal tersebut daripada orang yang kita anggap inferior.

Ucapan negatif bisa membuat segala bentuk gangguan menjadi menular

Pada tahun 1939, sebuah penelitian membagi sekelompok anak yatim piatu menjadi dua grup, semua grup terdiri dari anak yang mengalami gangguan bicara maupun yang normal. Grup satu selalu disemangati, sedangkan grup kedua selalu diolok. Grup kedua membuat anak yang normal menjadi ikut mengalami gangguan bicara, ucapan negatif bisa membuat gangguan menular dengan lebih mEfek pengamat, satu diam maka sekelompok lainnya juga ikut diam.

Efek pengamat, satu diam maka sekelompok lainnya juga ikut diam

Jika sekelompok orang menyaksikan kondisi darurat, mereka cenderung enggan menolong dan menunggu orang lain untuk bertindak duluan. Ini pertama kali diketahui di hari kematian Kitty Genovese, yang terbunuh di jalanan New York sementara 38 tetangganya mendengarnya teriak minta tolong selama setengah jam. Gak ada satupun dari mereka yang menelpon polisi. Penelitian menyebutkan bahwa semakin besar jumlah kelompoknya, semakin kecil kemungkinan orang membantu. Efek ini ditemukan mulai dari anak-anak berusia lima tahun.

 

Penulis : Hanna Dwi Fajrini

Sumber : IDNTIMES

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional