Menu

Eddy Beberkan Dampak Yang Terjadi Di Era Disrupsi 4.0

  Dibaca : 14 kali
Eddy Beberkan Dampak Yang Terjadi Di Era Disrupsi 4.0

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo menilai Era bernama industri 4.0 menyebabkan terjadi pengartian ulang terhadap pekerjaan. Banyak pekerjaan konvensional yang lenyap. Pada sisi lain muncul jenis-jenis pekerjaan baru yang sama sekali belum pernah ada pada dunia kerja.

Menurutnya, setiap revolusi industri selalu menimbulkan perubahan signifikan (disrupsi). Disrupsi pada industri 4.0 akan memporak-porandakan hampir semua pranata.

“Ada lima akibat utama (dampak) dari revolusi industri 4.0 yaitu pada ranah ekonomi, bisnis, sosial, individual dan negara,” kata Eddy di Jakarta, Rabu (26/12).

Eddy mengatakan, dari dampak ekonomi diperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi lebih cepat, pekerjaan yang mengalami perubahan jenis dan munculnya ketrampilan-ketrampilan baru yang bahkan sebelumnya tidak ada.

Lalu, dari ranah bisnis dampak yang terjadi adalah harapan konsumen yang semakin beraneka ragam, kolaborasi antar pelaku bisnis yang semakin intensif dan terciptanya model-model bisnis baru.

“Munculnya pekerjaan-pekerjaan baru ini berbanding lurus dengan disrupsi yang terjadi pada dunia kerja. Ada tiga yang utama,” ujar Eddy.

Pertama, berdampak pada jenis pekerjaan (jobs impact). Skenario yang muncul dan hari ini sudah terjadi adalah beberapa jenis pekerjaan akan hilang seperti sudah disebut diatas. Beberapa jenis pekerjaan akan melakukan penggabungan.

Contohnya yang sekarang marak terjadi adalah penggabungan antara lembaga keuangan dengan teknologi digital sehingga muncul jenis pekerjaan baru gabungan antara teller, administrasi dan pemasaran dalam satu platform. Atau muncul jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada seperti youtuber atau instagramer.

Kedua, dampak pada ketrampilan (kompetensi) karyawan (skills impact). Ketrampilan lunak (soft skill) seperti misal kepemimpinan, komunikasi, motivasi memang terdampak namun tetap berbasis pada kaidah-kaidah lama yang tidak lekang ditelan jaman. Hanya diperlukan penyesuaian untuk menjawab tantangan industri 4.0.

“Dampak paling nyata adalah pada ketrampilan keras (hard skill) yang memang diperlukan untuk mengoperasikan jenis pekerjaan yang menjadi bidangnya. Ketrampilan mendesain platform dan mengelola big data, merupakan contoh dari ketrampilan keras yang muncul akibat dari jenis pekerjaan baru,” jelasnya.

Ketiga, dampak terhadap tempat bekerja (work impact). Ubud merupakan kawasan tetirah para wisatawan dari lima penjuru benua. Hari ini Ubud tidak sekedar menjadi tempat tetirah. Ubud menjadi pilihan banyak orang dari berbagai dunia untuk bekerja. Co-working space menjamur di Ubud. Kaum muda dengan penampilan layaknya turis suntuk dengan perkakas digitalnya. Mereka mengerjakan proyek-proyek dari berbagai perusahaan yang ada di muka bumi ini.

“Itulah arti dari dampak terhadap tempat bekerja. Ada banyak pilihan orang-orang untuk bekerja, tidak harus di kantor (pabrik). Pilihan menjadi tenaga paruh waktu (freelancer) sama baiknya dengan menjadi karyawan tetap perusahaan,” tukas Eddy. (FKV)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional