Menu

Kenali Penyakit Chikungunya

  Dibaca : 49 kali
Kenali Penyakit Chikungunya

Siarandepok.com – Kota Depok lebih digemparkan dengan penyakit Chikungunya. Secara detail, sejumlah warga di kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo terkena penyakit ini. Chikungunya adalah penyakit virus yang menyerang manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini berperan sebagai perantara yang membawa virus chikungunya di dalam tubuhnya tanpa terjangkiti. Keduanya adalah jenis nyamuk yang sama yang dapat menyebabkan demam berdarah. Bahkan, penyakit chikungunya sering didiagnosis secara keliru sebagai penyakit demam berdarah, karena penyebab dan gejala yang penyakit ini serupa dengan penyakit demam berdarah.

Maka dari itu, berikut Siarandepok.com berikan informasi mengenai penyakit chikungunya

Penyebab 

Virus chikungunya tidak bisa menyebar secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Biasanya, kedua nyamuk ini menyerang di siang hari, namun gigitan terutama terjadi saat dini hari dan sore hari. Anda juga lebih rentan terserang saat berada di luar rumah, meski tidak menutup kemungkinan bahwa nyamuk Aedes aegypti juga dapat menyerang di dalam ruangan.

Nyamuk Aedes aegypti lebih banyak hidup dan berkembang biak di tempat yang dekat dengan manusia, umumnya adalah tempat penampungan air, bak mandi, vas dan  pot bunga berisi air. Sementara itu, nyamuk Aedes albopictus memiliki tempat perkembangbiakan yang lebih banyak dan beragam dibandingkan Aedes aegypti. Selain di genangan air pada bekas ban kendaraan, kolam, atau pot tanaman, nyamuk ini juga bisa berkembang biak di genangan air yang ada di lubang pohon, bambu, dan tempurung kelapa.

Gejala 

Setelah tergigit nyamuk yang membawa virus, gejala akan mulai terasa pada 4-8 hari,. Akan tetapi, gejala dapat dimulai sejak 2-12 hari setelah gigitan. Gejala awal yang akan dirasakan menyerupai gejala-gejala flu.

  • Demam, salah satu gejala utama yang berawal secara tiba-tiba
  • Nyeri sendi, gejala utama yang muncul setelah demam, di mana berdasarkan keparahan nyerinya dapat menghambat gerakan tubuh si penderita dan gejala ini bisa bertahan hingga berminggu-minggu
  • Nyeri otot
  • Kedinginan
  • Sakit kepala tidak tertahankan
  • Ruam atau bintik-bintik merah di sekujur tubuh
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, komplikasi akibat chikungunya, seperti gangguan pada saraf, mata, jantung, dan saluran pencernaan bisa muncul. Terutama pada orang lanjut usia, penyakit ini dapat mengakibatkan kematian.

Cara mencegah

Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terinfeksi chikungunya. Pencegahan chikungunya dilakukan dengan berfokus pada menghindari gigitan nyamuk dan memberantas habitat tempat nyamuk berkembang biak. Pemerintah Indonesia telah menggalakkan program ‘3M-Plus’. 3 M tersebut adalah:

  • Menguras dan menyikat tempat penampungan air, seperti bak mandi, WC, dan lain-lain
  • Menutup rapat tempat penampungan air.
  • Memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, tempurung kelapa, dan lain-lain.

Sedangkan tindakan ‘plus’/tambahan yang dapat dilakukan untuk memberantas sarang nyamuk adalah:

  • Tempatkan wadah-wadah yang sedang tidak terpakai dalam posisi tertelungkup.
  • Memelihara ikan pemakan jentik di kolam.
  • Taburkan bubuk larvasida (bubuk pembunuh larva atau jentik nyamuk) ke dalam tempat penampungan air yang susah dikuras atau di daerah yang sulit air.
  • Bersihkan vas bunga, akuarium dan tempat minum hewan piaraan secara teratur setidaknya seminggu sekali.
  • Pastikan septic tank tetap tertutup dan tidak mengalami kebocoran.
  • Pastikan talang atap rumah Anda tidak menampung genangan air.
  • Pasang kasa antinyamuk pada jendela.
  • Hindari menggantung baju di tempat terbuka.

 

Sumber: alodokter

 

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional