oleh

Kiai Idris : “Halaqoh Nasional Ulama Harus Dipertahankan

Siarandepok.com- “Halaqah ini adalah sebuah tradisi yang sudah lama dilakukan oleh para kiai sejak dahulu kala di pesantren-pesantren,” ujar Wali Kota Depok Dr. KH. Mohammad Idris saat sambutan Halaqah Nasional Ulama Pesantren Al Hikam, Jl. H. Amat No. 21 Kelurahan Kukusan Kecamatan Beji, Depok, Rabu (24/10).

Wali Kota Depok dalam sambutan dalam acara Halaqah Nasional Ulama di Pesantren Al Hikam Depok merespon positif kegiatan ini. Kiai Idris menilai tradisi yang baik ini harus terus dijaga dan dikembangkan. Apalagi halaqah yang dilakukan para ulama bukan sekedar silaturahim belaka. Namun juga mengandung nilai-nilai positif untuk peningkatan keilmuan dan ketakwaan kepada Allah azza wajalla.

“Tradisi ini harus terus dikembangkan. Dan, dan inilah yang ingin diwujudkan oleh Almarhum KH. Hasyim Muzadi agar wasilah ini dijadikan sebagai majelis ilmu, penambahan ilmu, penambahan wawasan untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan juga mendekatkan komunitas komunitas kita sesama ustadz,” terang lulusan Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, itu.

Orang nomor satu di Kota Depok inipun sangat mengapresiasi kegiatan pesantren seperti ini yang belum tentu dimiliki di kota-kota lain. Terlebih, ia secara mengikrarkan diri bukan sekedar pelayan masyarakat saja tnamun juga pelayan para santri. Oleh karena itu, saat diundang oleh Kiai Yusron melalui telepon untuk menghadiri acara ini Kiai Idris langsung memastikan dirinya akan hadir.

“Saya mengikrarkan diri saya bahwa saya bukan sekedar pelayan masyarakat saja tapi juga pelayan para santri. Karena sejak di Pesantren Gontor dulu sudah terbiasa juga melayani,” ucap pria kelahiran Jakarta, 25 Juli 1961, itu.

Doktor lulusan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi ini pun berharap, tradisi halaqah ulama ini dapat menjadi wadah pesantren untuk memantapkan dan mengkader generasi muda untuk mewujudkan Indonesia yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

“Mudah-mudahan dengan tradisi Halaqah ini bisa menjadi wadah untuk menjadikan pesantren menggodok generasi muda menjadi para pejuang yang jujur, bersih, dan menjadi aset Negara yang berkualitas serta menjadi pemimpin bangsa berintegritas tinggi dan mengedepankan akhlak yang mulia dalam membela Negara,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru