Menu

Pemkot Depok Dorong Gerakan Stabilisasi Harga Pangan

  Dibaca : 518 kali
Pemkot Depok Dorong Gerakan Stabilisasi Harga Pangan

Siarandepok.com- Bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, pemenuhan kebutuhan pangan bagi warganya tak ubahnya hak asasi mereka dan amanat Undang-Undang. Undang-Undang  Nomor  18 Tahun 2012 tentang Pangan menyatakan, pangan kebutuhan dasar manusia paling utama dan pemenuhannya merupakan hak asasi setiap rakyat Indonesia.

UU Pangan ini tidak hanya berbicara tentang ketahanan pangan, melainkan juga memperjelas dan memperkuat tentang pentingnya pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan keamanan pangan.

Secara jangka pendek, menengah, dan panjang, Pemkot Depok lewat dinas-dinas terkait terus berupaya mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan keamanan pangan. Misalnya, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) yang bermarkas di Jl. Margonda Raya No. 144 Depok ini.

Tujuannya, tercapai ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutu, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau. Sehingga, masyarakat sehat, aktif, dan produktif dapat terwujud secara konsisten.

Konsistensi Pemkot Depok dalam menjaga stabilitas pangan dan harga pangan juga dilakukan jelang dan saat Ramadhan atau jelang Idul Fitri. Sudah maklum, baru memasuki sepekan puasa harga bahan-bahan pangan mulai naik di beberapa daerah di Indonesia. Kenaikan harga bahan pangan ini dipastikan akan terus menanjak ketika mendekati Idul Fitri. Selaras dengan teori ekonomi yang menyatakan bahwa harga dipengaruhi oleh ketersediaan barang dan permintaan pasar ini berlaku.

Namun, Pemkot Depok tidak tinggal diam. Kota yang dipimpin Dr. KH. Mohammad Idris ini tak ingin warganya terbebani dengan kenaikan harga pangan yang sudah jadi rutinitas tahunan ini. Meski sudah jadi rutinitas jelang Ramadhan dan Idul Fitri bukan berarti disikapi dengan pesimis atau menerima apa adanya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri nanti, Pemkot Depok mendorong Gerakan Stabilitas Harga Pangan yang digelar Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) bekerjasama dengan Polresta Depok. Gerakan Stabilitas Harga Pangan ini diwujudkan dalam bentuk pasar murah.

Salah satu Gerakan Stabilisasi Pangan Kerjasama Bulog dan Polresta Depok

Gerakan Stabilisasi Pangan lewat pasar murah yang diadakan di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Selasa (13/06), ini diharapkan dapat menstabilisasi pasokan dan harga pangan saat Ramadhan hingga lebaran di Depok. Warga Depok pun dapat membeli beragam komoditas pangan dengan harga yang lebih murah.

Pemkot Depok sangat mengapresiasi program stabilisasi pasokan dan harga pangan lewat pasar murah yang digelar selama 10 hari ini. Terlebih daya konsumsi warga Depok selama Ramadhan makin meningkat. Bahkan, Pemkot Depok mengakui bahwa gerakan ini merupakan strategi jitu pemerintah mengantisipasi kenaikan dan kelangkaan bahan pokok. Alhasil, stigma bahan pangan naik dan langka menjelang Idul Fitri tidak ada lagi.

Hasan, Lurah Kukusan, sangat senang dengan hadirnya pasar murah di kelurahan yang dipimpinnya. Ia pun langsung melakukan koordinasi dengan Ketua Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) akan kabar gembira ini. Hal ini dilakukan agar seluruh warga dapat memanfaatkan Gerakan Stabilisasi Pangan.

“Pasar murah ini meringankan beban warga untuk mempersiapkan Idul Fitri,” ujarnya.

Hasan berharap, Bulog terus mampu menjaga ketersediaan komoditas pangan dan stabilitas harganya. Lebih-lebih, harga bahan pangan yang disediakan Bulog mampu lebih murah dibanding harga pasar. Mengingat kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri makin meningkat., perbedaan harga, meski sedikit, sangat membantu masyarakat
“Agar bisa lebih murah lagi dibanding harga pasar. Meski sedikit perbedaan harganya, masyarakat sangat terbantu dari sisi ekonomi dan jarak,” tuturnya.

Pada Kamis (15/06) lalu, lanjut Hasan, pasar murah digelar di Balairung UI. Gelaran pasar murah Kali ini, Kelurahan Kukusan bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk membagikan 350 paket sembako. Nilai setiap paket sembako seharga Rp. 100 ribu ini cukup ditebus dengan harga Rp. 50 ribu.

“Paket sembako senilai Rp. 100 ribu cukup ditebus dengan harga Rp. 50 ribu saja. Semoga kegiatan sejenis ini dapat meringankan warga yang membutuhkan di Kukusan,” tutupnya. (Advetorial Diskominfo Depok)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!