oleh

Ombudsman Dukung Sikap Tegas Walikota Depok Tolak Siswa Titipan PPDB 2016

-Pendidikan-504 views

Siarandepok.Com– Dugaan praktik percaloan titip menitip siswa masih terdeteksi terjadi oleh pihak Ombudsman pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2016 di Kota Depok.

Dikatakan Zainal Muttaqien Asisten Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, pihaknya akan melihat data dan perkembangan terlebih dahulu sebelum mengambil sikap. “Kami sudah peringatan dari awal untuk tidak ada pungutan dan penerimaan di luar proses tahapan PPDB agar prosesnya berjalan fair dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Zaenal, Jumat (5/8).

Zaenal mengutarakan, pihaknya sudah diundang menyaksikan penandatanganan pakta integritas proses PPDB Depok yang bersih dan jujur digelar pada 25 Mei 2016, lalu. Penandatanganan pakta integritas dilakukan seluruh Kepala Sekolah SDN, SMPN, SMAN, dan SMKN di Kota Depok yang diprakarsai Wali Kota Depok dan Dinas Pendidikan (Disdik) Depok.

“Kami mendukung sikap tegas Wali Kota Depok yang tetap tegas melarang upaya titip menitip siswa walaupun ada desakan dari Ketua DPRD Depok dan LSM,” katanya.

Ombudsman pun ikut mengkritik keras sikap yang dilontarkan Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo beserta jajaran Komisi D Bidang Pendidikan DPRD Depok untuk membatalkan fakta integritas yang melarang siswa titipan. DPRD juga membuka kesempatan semua anak di Kota Depok dapat bersekolah di sekolah negeri dan minta untuk mengabaikan pengawasan dari Ombudsman karena tidak memiliki wewenang.

“Peryataan yang konyol, kami punya wewenang untuk mengawasi dan menerima pengaduan masyarakat terkait kinerja pemerintah yang diatur undang-undang. Nah, kami membuka jalur pengaduan. Jadi siapa saja bisa adukan jika ada yang dirugikan,” katanya.

Harapam Zainal untuk setiap sekolah dan juga pihak lain untuk tidak mencederai mekanisme yang diatur dalam petunjuk pelaksaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) pendidikan. “Kami sudah banyak mendapatkan data dan pengaduan adanya praktik percaloan siswa titipan, tentunya akan kami proses,” tegasnya.

Namun sekarang, PPDB di Depok telah berlalu pelaksanaannya, bahkan sudah masuk proses belajar mengajar. Praktik dugaan aksi titip menitip siswa baru di sekolah negeri masih terdeteksi terjadi. Siswa-siswi titipan harus membayar Rp 5-19 juta kepada oknum LSM, wartawan, dan para oknum anggota DPRD Depok untuk belajar di sekolah negeri yang diinginkan.

Wali Kota Depok,  Mohammad Idris kembali menegaskan   “Praktik siswa siswi titipan rentan dengan penyuapan bisa disamakan seperti kasus korupsi. Budaya ini di Depok harus hilang dan tidak boleh ada lagi “

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru