Menu

Ancaman Ideologi Menggerogoti NKRI

  Dibaca : 293 kali
Ancaman Ideologi Menggerogoti NKRI

Siarandepok.com – Meskipun usia NKRI sudah lebih dari tujuh dasawarsa, fakta menunjukkan anyaman kebangsaan kita belum sepenuhnya selesai. Masih ada di sana-sini yang mempertentangkan ideologi negara dan realitas kemajemukan bangsa dengan keyakinan individu dan hasrat menonjolkan kepentingan kelompok. Ibarat kain, Indonesia serupa tenunan yang robek karena simpulnya rapuh. Kerapuhan terjadi karena rupa-rupa alasan, seperti rasa frustrasi akibat kesejahteraan yang tidak kunjung datang, keadilan yang tidak sepenuhnya ditegakkan, dan keyakinan bahwa ideologi kelompoknya yang paling benar sehingga tergerak untuk memonopoli kebenaran.

Sekarang ini ancaman ideologi mengancam mengerogoti NKRI, dimana makin mengikisnya jiwa nasionalisme. Generasi muda perlu meneladani nilai-nilai kepahlawanan. Bentuk penghargaan yang lebih substantif, esensial adalah meneruskan perjuangannya dalam membela kepentingan orang banyak, mendedikasikan potensi dirinya untuk bangsa dan negara. Singkirkan pemahaman klasik tentang pahlawan yang masih sering disebut-sebut sebagai pejuang yang erat kaitannya dengan fenomena perang. Seperti gugur di medan perang atau di medan tugas. Ingat sesungguhnya menjadi pahlawan di masa kini tidak harus seperti itu, masih banyak pahlawan-pahlawan yang berjuang diberbagai sektor lainnya, seperti pahlawan di bidang pembangunan, di bidang pendidikan,  agama, budaya, dan banyak lagi. Mereka yang rela bertugas mengabdikan jiwa dan raganya tanpa pamrih untuk kepentingan bangsa dan negara.

Meski memperihatinkan, namun lembar pembuka kalender 2016 ini telah ternoda oleh perilaku terorisme di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Terorisme ini paling tidak menjadi penanda betapa masih cukup berpotensi karakter perusak toleransi, kerukunan dan kedamaian bangsa ini. Mengapa begitu mudahnya segelintir anak NKRI merusak fasilitas umum, meletuskan senjata ke kerumunan warga, dan akhirnya melukai dan mengorbankan nyawa sesamanya. Momentum aksi terorisme di medio Januari 2016 kemarin harus sekali lagi menjadi pengingat kita, bahwa kita harus secara serius menekankan pendidikan karakter dalam implementasi K13. Karakter yang mengedepankan toleransi atas aneka perbedaan keyakinan.Karakter yang mampu menghayati indahnya kebersamaan, kerukunan dan  kebangsaan dalam lingkungan kebhinekaan.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional