Menu

Refleksi Kegiatan 2015 UKP-TTOKI dan Proyeksi Umum Tugas ke Depan

  Dibaca : 336 kali
Refleksi Kegiatan 2015 UKP-TTOKI dan Proyeksi Umum Tugas ke Depan

JAKARTA, Siarandepok.com – Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 89/M 2015, tanggal 8 Juni 2015, Bpk. Dr. Alwi Shihab diangkat sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerjasama dengan Negara-Negara di Kawasan Timur Tengah dan Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (UKPTTOKI).

“Saya diangkat jadi utusan khusus Presiden Juni 2015 sudah berbagai negara dikunjungi untuk menjalin kerjasama dan mengajak berinvestasi di Indonesia,” ujar Alwi saat refleksi kegiatan 2015 di Hotel Aston Braga, Kamis (28/01/2016).

Adapun tugas pokok dan fungsi meliputi: 1. membantu presiden dalam memperkuat posisi Indonesia dalam kerjasama  dengan negara-negara di kawasan timur tengah dan negara-negara anggota organisasi kerja sama islam (OKI); 2. melaksanakan  tugas  lain yang berkaitan dengan kerja sama dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan negara-negara anggota OKI; 3. melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Presiden melalui SekretarisKabinet.

Sebagai  Pejabat Negara setingkat Menteri, dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan Perpres No. 17 Tahun 2012 yang diperbaharui dengan Perpres No. 55 Tahun 2015, masing-masing Utusan Khusus Presiden dibantu paling banyak 2 (dua) orang Asisten dan setiap asisten dibantu paling banyak 2 (dua) orang pembantu asisten. Selain itu Utusan Khusus Presiden juga mendapat dukungan administrasi dari Sekretariat Kabinet.

Secara umum Tupoksi UKPTTOKI yang tercantum dalam Keputusan Presiden tersebutdapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Melakukan inventarisasi atas potensi dan peluang kerjasama antara Indonesia dengan pihak-pihak di kawasan Timur Tengah maupun negara-negara anggotaOKI baik Government maupun Private (Swasta);
  • Melakukan verifikasi atas potensi dan peluang tersebut;
  • Melakukan upaya inisiasi, fasilitasi dan pendampingan terhadap potensi atau peluang kerjasama tersebut (bridging PLUS) baik dalam lingkup kerjasama antar pemerintah/lembaga internasional (OKI/IDBG), swasta dan lembaga kemasyarakatan lainnya.
  • Melakukan continues monitoring terhadap progres realisasi kerjasama serta melakukan penyusunan laporan secara berkala;
  • Melakukan identifikasi permasalahan yang berpotensi menghambat kelancaran kerjasama;
  • Mendorong peningkatan Investasi, Perdagangan, dan Kerjasama Teknik dan Jasa antara Indonesia dengan Negara-Negara Timur Tengah;
  • Memperkuat posisi Indonesia di dalam Kerja Sama dengan Negara-Negara di Kawasan Timur Tengah dan dengan Negara-Negara Anggota OKI  ke Indonesia
  • Mendorong terciptanya perdamaian di Timur Tengah;
  • Menyebarluaskan Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil Alamin dan Memperkuat Dialog Peradaban;
  • Melaporkan kepada Presiden dan Wapres disertai rekomendasi dalam upaya memperlancar dan meningkatkan kerjasama.

Sebagai Lembaga Pemerintah non Kementerian, Kantor UKP-TTOKI diharapkan mampu menghadirkan suasana yang semakin kondusif, khususnya bagi upaya peningkatan jumlah investasiyang masuk ke wilayah Indonesia, peningkatan volume perdagangan serta kerjasama lainnya di berbagai bidang baik bilateral maupun multilateral antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah dan negara-negara anggota OKI.

Potensi dan Peluang Kerjasama dengan Timur Tengah

Kenapa investasi Timur Tengah khususnya penting menjadi perhatian bagi Indonesia? Negara-Negara Timur Tengah khususnya mempunyai surplus devisa akibat perdagangan minyak dalam jumlah yang  sangat besar. Sebagai contoh, Besar pendapatan ini membuat pemerintah setempat banyak melakukan pembangunan fisik. Cepatnya pertumbuhan di kawasan ini mendorong wilayah ini menjadi destinasi bagi pencari kerja, termasuk dari Indonesia. Sebagai catatan, menurut data BI dan BNPTKI, pekerja migran Indonesia dalam periode kwartal 3 tahun 2015 tercatat sebanyak 1.206.000 jiwa.

Pengembangan kerjasama dengan pihak Timur Tengah diharapkan dapat memberi multiplier efek yang besar bagi perekonomian Indonesia yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja baik di tanah air maupun pasar bagi tenaga trampi Indonesia sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

Dalam perkembangannya sebagai dampak kebijakan perkembangan minyak dunia dan situasi di kawasan, negara-negara timur tengah juga sudah mulai mulai melakukan ekspansi/diversifikasi ke berbagai negara guna menanamkan investasi di berbagai bidang. Pada umumnya negara-negara tersebut telah memiliki badan khusus untuk mengelola serta melakukan investasi di berbagai negara. Qatar memiliki Qatar Investment Authority (QIA) yang mengelola dana sekitar US$ 170 Billion, Uni Emirat Arab memiliki Abu Dhabi Invetment Authority (ADIA) mengelola dana sekitar US$ 773 Billions, Oman memiliki Oman Investment Fund (OIF) yang mengelola dana sekitar USD 6 Billions dsb.Sementara itu, Arab Saudi juga dikenal memliki  lembaga Saudi Fund for Development dengan SR. 31 billion.Lembaga ini berperan di dalam mendukung pembangunan di negara-negara dunia.

Beberapa negara lainnya memilih mempercayakan dananya pada beberapa Lembaga Pengelola Aset Global. Dana yang mereka miliki biasanya sekaligus menjadi cadangan devisa negara, sehingga sewaktu-waktu dapat ditarik bila diperlukan.

Bahkan Iran yang beberapa tahun terakhir mendapatkan embargo ekonomi dari pemerintah USA pun memiliki cadangan devisayang cukup besar meskipun sempat dibekukan oleh negara-negara barat. Hal ini terbukti dari pemesanan sejumlah 114 buah pesawat airbus dengan nilai sekitar US $ 10 Billion atau sekitar Rp 140 Triliun pada awal bulan Januari 2016 dana yang dibekukan -+ 100 Bilion US

Indonesia senantiasa mencoba meraih peluang investasi dari Timur Tengah tersebut walaupun hasil yang dicapai belum menggambarkan potensi yang sebenarnya.

Dari Press Release BKPM yang baru kami dapatkan, Investasi dari Saudi Arabia selama Tahun 2015 hanya sebesar + 30 juta US$ atau sekitar Rp 420 Milyar. Investasi tersebut tersebar dalam 28 proyek dan hanya menempati posisi ke 25 dalam urutan jumlah Investasi di Indonesia. Pada posisi berikutnya yaitu urutan 26 adalah Uni Emirat Arab (UEA) dengan investasi senilai 19.25 Millions atau sekitar Rp269,5 Milliar yang tertanam dalam 19 Proyek Investasi.

Untuk mendorong ini, UKPTTOKI berupaya mendorong kontak antar para pelaku usaha dan tokoh pemerintahan kedua pihak. Sebagai informasi pada tahun 2015 Kantor UKPTTOKI telah menerima penawaran kerjasama dan investasi di berbagai sector  antara lain:

  • Permintaan penawaran pengembangan Tourism Area Destination di Indonesia dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab;
  • Penawaran investasi di bidang Pembangkit Listrik dari Saudi Arabia, Oman dan Iran;
  • Permintaan Investasi di bidang Mixed Used Area Development (Kota Mandiri) dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab; dsb.

Kerjasama di bidang Perdagangan (Trading)

Selain aliran dana investasi, perdagangan juga harus menjadi perhatian. Selama ini neraca perdagangan Indonesia dan kawasan timur masih defisit untuk Indonesia dikarenakan angka impor Indonesia terhadap produk minyak bumi dari wilayah ini lebih besar dibandingkan dengan kegiatan ekspor Indonesia ke wilayah ini. Namun demikian, angka ekspor Indonesia pada bidang produk non migas diinformasikan semakin meningkat.

Potensi pengembangan sektor non migas ini diharapkan akan memperkecil angka defisit kita terhadap wilayah ini.  Hal ini sangat potensial mengingat hampir 90% dari pasokan pangan ke negara tersebut diimport dari luar negeri seperti beras, gandum, sayuran, daging dsb.

Beberapa Komoditas Perdagangan yang banyak diminta oleh negara Timur Tengah antara lain adalah beras, coklat, kopi, serta beberapa produk perikanan dll.Peluang ini pun semakin mendapat dukungan dari pihak pelaku usaha setempat, antara lain dengan adanya kesediaan pengusaha/pelaku usaha setempat untuk menyediakan tempat untuk Display Product Unggulan Indonesia.

Kerjasama di bidang Ketenagakerjaan

UKP-TTOKI juga tidak ketinggalan dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan ketenagakerjaan Indonesia di kawasan Timur Tengah, terutama dalam rangka mendorong dan mempromosikan tenaga terampil Indonesia bagi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di Timur Tengah.  Dalam kaitan ini, UKPTTOKI bersama dengan lembaga terkait di Indonesia senaniasa mendorong agar pengelolaan ketenagakerjaan yang akan ditempatkan di negara-negara Timur Tengah memerlukan penyiapan tersendiri yang berbeda dengan penyiapan tenaga kerja ke negara-negara lainnya guna memprioritaskan aspek perlindungan dan kesejahteraan mereka mengingat keunikan sosial budaya serta hukum yang berlaku di kawasan ini guna menghindari permasalahan ke depan.

Pada tahun 2015 UKP-TTOKI telah melakukan beberapa kegiatan pendampingan khususnya beberapa perusahaan otomotif dari Arab Saudi yang memerlukan tenaga terampil dari Indonesia. Pemberian Visa bagi pekerja sendiri bukan merupakan sesuatu yang mudah, karena keterbatasan kuota bagi suatu jenis pekerjaan. UKPTTOKI dengan bekerjasama dengan Kemenakertrans dan BNP2TKI telah melakukan beberapa pendekatan kepada Kedutaan Besar dan otoritas beberapa negara timur tengah agar dapat meningkatkan jumlah kuota tersebut secara signifikan.

Kerjasama di bidang Perkeretaapian dan Peningkatan Kapasitas SDM Perkeretaapian Negara-negara di Timur Tengah

UKPTTOKI berupaya menjembatani terciptanya kerjasama di bidang ini. Dalam waktu dekat direncanakan adanya kunjungan petinggi dari salah satu pejabat BUMN Arab Saudi di bidang perkeretapian ke Indonesia. Diharapkan kunjungan ini akan mendorng terciptanya kerjasama Indonesia dengan negara di kawasan ini di bidang perkeretaapian.

Peningkatan peranan Indonesia di kawasan Timur Tengah

Peran Indonesia di kawasan ini tidak terlepas dari amanah UUD 1945, yakni untuk mendorong terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia serta kerjasama internasional yang berkelanjutan.

Stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah diakui maupun tidak terkait erat dengan stabilitas politik dan keamanan dalam negeri Indonesia antara lain karena tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak bumi dari negara-negara teluk serta adanya ikatan emosional dalam kaitan dengan agama/kepercayaan khususnya Islam.

Guna memelihara dan meningkatan hubungan baik dan erat ini, Dr. Alwi Shihab baik dalam kapasitas pribadi maupun selaku pejabat UKPTTOKI selalu turut serta menyumbangkan saran dan pikiran serta berperan serta aktif dalam berbagai forum Internasional khususnya guna mendorong terciptanya stabilitas politik dan keamanan di wilayah jazirah arab, mempromosikan gerakan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin serta meningkatkan toleransi antar umat beragama.

Pada tahun 2016, UKP-TTOKIbertekad untuk dapat memainkan peranan yang lebih besar agar dapat lebih berkontribusi terhadap pemerintah dalam memainkan peran aktifnya di kawasan Timur Tengah.

Dalam rangka meningkatkan peranan Kantor UKPTTOKI ke depan maka UKPTTOKI akan melaksanakan beberapa langkah strategis sebagai berikut:

  • Menjalin hubungan baik dan meningkatkan kerjasama dengan Kedutaan Besar negara-negara Timur Tengah dan anggota-anggota OKI di Indonesia;
  • Menjalin komunikasi serta melakukan koordinasi lintas sektoral dan lintas wilayah dengan berbagai Kementerian/Lembaga terkait secara lebih optimal seperti dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian dsb;
  • Menjalin komunikasi secara intensif dengan kedutaan-kedutaan besar Republik Indonesia untuk negara-negara Timur Tengah dan negara anggota OKI;
  • Melakukan kegiatan promosi bersama lintas kementerian dengan beberapa kementerian terkait;
  • Mendorong perluasan pengalaman dan model pembangunan terbaik Indonesia ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Negara-Negara Anggota OKI (Sharing best practices)
  • Menjadi pembicara dalam seminar-seminar intelektual dalam lingkup bilateral maupun Organisasi Kerjasama Islam;
  • Mendorong kegiatan silaturahim antara para warga Indonesia dan warga keturunan Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Negara-Negara anggota OKI
  • Berpartisipasi dalam kegiatan/pertemuan utama di lingkup Organisasi Kerjasama Islam
  • Mendorong dan memberikan masukan mengenai model kerjasama pembangunan yang berdampak luas pada kesejahteraan rakyat Indonesia bekerjasama Islamic Development Bank Group (IDBG) dan Perwakilan Perbankan Negara-Negara Timur Tengah yang berada di Indonesia
  • Meningkatkan hubungan dengan Chambers of Commerce Negara Gulf Cooperation Council (GCC) dan Chamber of Commerce and Industry of Organisation of Islamic Cooperation (OIC);
  • Menjalin hubungan baik dan komunikasi yang intensif dengan KADIN Indonesia;
  • Mendorong diadakannya kunjungan berkala antara pihak swasta Indonesia dengan pihak swasta di negara-negara tersebut;
  • Mendorong terciptanya peningkatan good governance melalui peningkatan kwalitas Sumber Daya Manusia UKPTTOKI di bidang Hubungan Internasional, Administrasi kelembagaan dan Perkantoran
  • Mempromosikan Indonesia sebagai tempat yang cocok bagi perhelatan pertemuan bagi para pemangku kepentingan/intelektual asing (Meeting Incentive Conference Exhibition/MICE) dst
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional