Menu

Stop Provokasi dan Intervensi Asing di Tanah Papua

  Dibaca : 266 kali
Stop Provokasi dan Intervensi Asing di Tanah Papua
????????????????????????????????????

 

Permasalahan di tanah Papua adalah topik yang tidak pernah habis untuk dibahas. Kekayaan ayam melimpah namun tidak diiringi kemampuan sumber daya manusia yang mendukung, menyilaukan pandangan dunia untuk terus berusaha memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Alasan itulah yang membuat banyak kelompok kepentingan terus berusaha menciptakan pergejolakan untuk memecah belah tanah Papua dari NKRI. Intervensi dan provokasi dijadikan senjata utama untuk terus mendiskreditkan peran pemerintah Republik Indonesia di Papua, namun pemerintah tidak gegabah dalam menyikapi intervensi tersebut dan tidak membatasi keterlibatan dan campur tangan asing dalam setiap permasalahan di Papua. Hal tersebut bukan tidak beralasan, pemerintah pada dasarnya ingin menerapkan konsep demokrasi yang seutuhnya dan menginginkan kemajuan di segala bidang, namun disamping itu semua pemerintah tetap melakukan kontrol dan monitoring terhadap agenda dan kegiatan asing terkait Papua, untuk tetap menekan potensi ancaman sabotase dari pihak asing.

Belum lama ini pemberitaan media asing lagi-lagi mengangkat permasalahan pelanggaran HAM di tanah papua dan penolakan visa Benny Wenda yang akan memenuhi undangan PNG. Isu pelanggaran HAM yang berusaha diprovokasikan ke masyarakat adalah permasalahan pengeroyokan anggota TNI di Papua yang berujung pada kematian dua warga pelaku pengeroyokan. Namun pemberitaan media asing tidak mengangkat permasalahan tersebut secara keseluruhan dan mengarahkan topic tersebut kepada pembunhan tanpa alasan. Selanjutnya permasalahan penolakan visa Benny Wenda di PNG, hal tersebut dilakukan karena Benny Wenda tidak memenuhi persyaratan administrasi untuk memasuki suatu wilayah negara. Namun permasalahan tersebut berusaha dikaitkan dengan isu permasalahan politik.

Terkait permasalahan tersebut, masyarakat sejatinya hanya menjadi konsumen dari produk pemberitaan, tanpa mengetaahui agenda yang diselipkan didalamnya. Permainan kepentinganpun hanya dikonsumsi mentah-mentah oleh masyarakat, dan untuk mengatasi permasalahan tersebut masyarakat harus berfikir positif dan menyaring informasi. Perlu pendewasaan pemikiran dalam memandang suatu permasalahan yang disampaikan melalui pemberitaan, dengan pendewasaan pemikiran masyarakat dapat menilai suatu permasalahan dari sisi yang objektif dan tidak menjadi korban agenda setting dari media yang ditunggangi kelompok kepentingan. Dengan demikian, masyarakat juga turut berperan serta untuk memerangi upaya memecah bela Negara Kesatuan Repbulik Indonesia dan tetap berupaya menjaga keutuhan NKRI.

Sandi Arifin (Penulis adalah peniliti muda)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional